Berita Daerah

Upacara Senin Pagi, Pembina Sampaikan Pesan Penting Masa Depan

Majalengka (Kemenag) — MTsN 2 Majalengka melaksanakan upacara bendera rutin pada Senin (24/8/2026). Upacara yang berlangsung tertib ini diikuti seluruh peserta didik dan warga madrasah, dengan siswa kelas IX D mendapat kepercayaan sebagai petugas upacara. Melalui amanat yang disampaikan, peserta didik diajak memahami bahwa masa depan tidak ditentukan oleh kesamaan kondisi hari ini, melainkan oleh kemauan untuk terus belajar dan berjuang.

Pelaksanaan upacara kali ini dibimbing oleh Hj. Maslahat, S.Ag., selaku wali kelas IX D. Sejak awal rangkaian kegiatan, siswa-siswi kelas IX D menjalankan tugas yang telah dipercayakan kepada mereka, mulai dari pengibaran bendera hingga tugas-tugas lain dalam susunan upacara.

Kepercayaan menjadi petugas upacara tersebut menjadi ruang belajar tersendiri bagi para siswa. Selain memastikan jalannya upacara berlangsung tertib, mereka juga belajar membangun rasa tanggung jawab, kedisiplinan, keberanian, serta kepercayaan diri di hadapan seluruh warga madrasah.

Dalam amanatnya, Hj. Maslahat terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada siswa kelas IX D yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Ia kemudian mengajak seluruh peserta didik untuk melihat masa depan sebagai sesuatu yang perlu diperjuangkan sejak sekarang.

Menurutnya, kesamaan yang tampak dalam kehidupan peserta didik saat ini tidak serta-merta menghasilkan perjalanan hidup yang sama di masa mendatang. Setiap siswa memiliki kesempatan untuk menentukan arah masa depannya melalui kesungguhan dalam menjalani proses.

Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Karya Kreatif, Siswa Kelas 7A MTsN 2 Majalengka Hasilkan Vas dan Tempat Alat Tulis

“Walaupun seragam kalian sama, bahkan sepatu kalian pun sama, yakinlah masa depan kalian tidak akan sama. Yang membedakan bukanlah siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang mau terus berjuang,” ujar Hj. Maslahat.

Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat bahwa keberhasilan bukan semata-mata ditentukan oleh kemampuan yang dimiliki seseorang. Kemauan untuk belajar, ketekunan dalam berusaha, serta keberanian untuk bangkit dan memperbaiki diri menjadi bagian penting dalam perjalanan setiap peserta didik meraih cita-citanya.

Hj. Maslahat juga mengingatkan para siswa agar mampu mengisi kemerdekaan dengan kegiatan-kegiatan yang membawa manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Semangat para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan, menurutnya, perlu diterjemahkan oleh generasi muda dalam bentuk kesungguhan menuntut ilmu dan mengembangkan potensi diri.

“Kita sudah merdeka. Jangan sampai kemerdekaan kalian justru dijajah oleh kemalasan kalian sendiri,” pesannya.

Di hadapan seluruh peserta upacara, ia turut menekankan pentingnya kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Aturan yang berlaku di madrasah bukan sekadar untuk membatasi peserta didik, melainkan menjadi bagian dari proses pembiasaan agar mereka mampu bertanggung jawab atas sikap dan tindakannya.

Menjelang Peringatan Maulid Nabi 1448 H, OSIS MTsN 10 Majalengka Gelar Persiapan Matang

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pembentukan karakter tidak hanya bergantung pada aturan yang dibuat oleh madrasah. Pada akhirnya, setiap individu memiliki pilihan untuk menentukan sikap dan karakter yang ingin dibangun dalam dirinya.

“Aturan dibuat oleh sekolah, tetapi karakter baik adalah pilihan kalian sendiri,” ungkapnya.

Bagian akhir amanat menjadi ajakan untuk tidak berhenti pada pengetahuan semata. Ilmu yang diperoleh di ruang kelas, menurut Hj. Maslahat, akan memiliki arti ketika diwujudkan dalam tindakan nyata dan membawa perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ilmu tidak akan mengubah hidup kalian jika hanya disimpan di kepala, karena perubahan besar selalu dimulai dari perubahan kecil yang sederhana,” tuturnya.

Pesan-pesan tersebut menjadi refleksi bagi peserta didik bahwa perjalanan menuju masa depan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Kebiasaan sederhana seperti disiplin datang ke madrasah, sungguh-sungguh belajar, menghormati guru dan orang tua, serta berani memperbaiki kesalahan dapat menjadi bagian dari proses membentuk masa depan yang lebih baik.

Kembangkan Kurikulum Berbasis Cinta, MTsN 10 Majalengka Ajak Siswa Meneladani Pendiri Bangsa

Setelah rangkaian upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas pembelajaran dan agenda madrasah lainnya. Bagi siswa kelas IX D, kesempatan bertugas pada upacara hari itu menjadi pengalaman untuk mengasah kemampuan bekerja sama dan menjalankan amanah yang diberikan.

Melalui pembiasaan seperti upacara bendera, MTsN 2 Majalengka terus menghadirkan ruang pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik. Semangat untuk berjuang, disiplin, dan berani memulai perubahan dari hal-hal sederhana diharapkan tumbuh menjadi bekal berharga bagi mereka dalam melanjutkan pendidikan dan menghadapi perjalanan hidup di masa depan.

editor: D.Win

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *