Rajagaluh (KEMENAG) – Suasana khidmat mewarnai pelaksanaan Upacara Bendera di lapangan utama Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka pada Senin (21/9/2026) pagi. Kegiatan kedisiplinan yang rutin diikuti oleh seluruh siswa-siswi beserta dewan guru ini berjalan dengan sangat tertib. Bertindak selaku petugas upacara pada pekan ini adalah para siswa dari kelas 8A, sementara posisi Pembina Upacara diamanatkan kepada Maria, S.Pd.I.
Mengawali amanat kebangsaannya, Maria, S.Pd.I. menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para siswa kelas 8A yang telah menunaikan tugasnya sebagai petugas upacara dengan sangat baik. Ia berharap kedisiplinan dan kelancaran formasi barisan ini dapat menjadi teladan sekaligus motivasi bagi kelas lain yang akan bertugas pada hari Senin pekan depan.
Pada momentum tersebut, Maria secara khusus menyoroti sebuah tema yang tampak sederhana namun sangat krusial dalam keseharian peserta didik, yakni mengenai adab makan dan minum. Ia menegaskan bahwa makan dan minum bukanlah sekadar aktivitas lahiriah untuk mengisi perut kosong atau menghilangkan dahaga semata. Lebih dari itu, rutinitas tersebut harus bernilai ibadah yang mendatangkan keberkahan. Oleh karena itu, ia menjabarkan empat adab penting yang harus diikuti sesuai teladan Rasulullah SAW.
Pertama, setiap individu wajib memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi adalah halal dan thayyib (baik), baik dari zat makanannya maupun proses mendapatkannya. Kedua, larangan keras untuk mencela makanan. Jika tidak menyukai suatu hidangan, siswa diimbau untuk cukup meninggalkannya tanpa perlu melontarkan celaan.
Ketiga, pentingnya melandasi aktivitas konsumsi dengan doa. Maria mengingatkan para siswa untuk selalu membaca doa memohon keberkahan sebelum makan, serta mengakhirinya dengan mengucap hamdalah sebagai wujud syukur atas rezeki dari Allah Swt.
Keempat, membiasakan diri makan dan minum dengan posisi duduk. Pembina upacara menyoroti kebiasaan kurang baik yang kerap ditemui, di mana siswa jajan sambil berjalan, tangan kanan memegang makanan, tangan kiri memegang minuman, sembari asyik mengobrol. Ia menegaskan bahwa praktik tersebut harus segera diubah, karena cara makan dan minum yang beradab dan sehat adalah dengan duduk.
Menjelang akhir amanatnya, Pembina Upacara turut menyisipkan informasi penting terkait agenda kesiswaan terdekat. Diumumkan bahwa mulai esok hari, MTsN 12 Majalengka akan menggelar kegiatan perkemahan Pramuka selama tiga hari ke depan yang berlokasi di Bumi Perkemahan (Buper) Pajajar. Maria berpesan kepada seluruh calon peserta untuk terus memompa semangat dan senantiasa menjaga kesehatan fisik agar seluruh rangkaian perkemahan dapat berjalan sukses dan lancar.
Melalui integrasi pesan moral dan keagamaan secara konsisten di setiap upacara bendera, MTsN 12 Majalengka terus membuktikan keseriusannya dalam pendidikan karakter. Penanaman nilai-nilai adab kesopanan sejak dini ini diharapkan tidak hanya menguap menjadi sekadar teori di lapangan, tetapi benar-benar terinternalisasi menjadi gaya hidup para siswa sehari-hari. Dengan langkah pembiasaan berkesinambungan semacam ini, madrasah optimis akan terus melahirkan tunas-tunas peradaban yang tidak sekadar unggul dari sisi akademik, tetapi juga memiliki keanggunan akhlak yang luhur di tengah masyarakat.
Kontributor: Mohammad Rega Permana


Komentar