Rajagaluh (KEMENAG) – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka kembali membuktikan komitmennya dalam menebar kebermanfaatan bagi sesama. Pada Jumat (16/10/2026), pihak madrasah secara resmi menyalurkan bantuan dana yang bersumber dari pengelolaan zakat profesi para dewan guru dan staf pegawai. Penyaluran ini dilakukan secara langsung dengan mengunjungi kediaman para siswa-siswi yang berstatus yatim piatu serta keluarga fakir miskin (duafa) di sekitar wilayah madrasah.
Proses distribusi bantuan zakat ini tidak dilakukan secara seremonial di sekolah guna menjaga perasaan para siswa penerima manfaat. Mewakili Kepala MTsN 12 Majalengka, penyaluran amanah umat ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat (Humas), Hupadin Kisap, M.Pd.I., dengan didampingi oleh beberapa perwakilan guru.
Rombongan pendidik ini rela menyusuri jalanan desa demi mengetuk pintu rumah siswanya satu per satu. Pendekatan “jemput bola” atau turun langsung ke lapangan ini sengaja dipilih agar pihak madrasah dapat melihat secara nyata kondisi sosial ekonomi tempat tinggal para peserta didiknya, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara pihak sekolah dengan para wali murid di rumah.
Dana yang didistribusikan dalam kegiatan amal ini murni merupakan hasil pengumpulan zakat profesi dari pendapatan bulanan para tenaga pendidik MTsN 12 Majalengka yang dikelola secara transparan oleh panitia internal sekolah. Penyalurannya diprioritaskan bagi lingkaran terdekat terlebih dahulu, yakni para siswa madrasah yang memang secara syariat berhak menerima (mustahik).
Menyerahkan langsung santunan tersebut kepada keluarga siswa, Hupadin menyampaikan pesan haru yang mewakili ketulusan seluruh jajaran guru.
“Kegiatan turun langsung ke rumah-rumah ini adalah bentuk kasih sayang nyata dan penunaian amanah zakat profesi dari seluruh dewan guru MTsN 12 Majalengka. Kami sangat menyadari bahwa pendidikan anak-anak kita sering kali terkendala oleh faktor ekonomi. Kami berharap, bantuan yang kami salurkan hari ini dapat sedikit meringankan beban keluarga, dan yang terpenting, mampu memantik kembali semangat anak-anak yatim piatu dan duafa ini agar tidak pernah menyerah dalam menuntut ilmu,” tutur Hupadin saat menyerahkan bantuan.
Langkah mulia yang diinisiasi oleh tenaga pendidik MTsN 12 Majalengka melalui penyaluran zakat profesi ini memberikan pelajaran yang sangat berharga. Madrasah sejatinya bukan sekadar tembok tempat terjadinya transfer ilmu pengetahuan, melainkan sebuah keluarga besar yang saling menopang dan menguatkan. Melalui dedikasi para guru yang menyisihkan sebagian rezekinya untuk menyambung napas pendidikan siswa kurang mampu, MTsN 12 Majalengka telah berhasil menerjemahkan ayat-ayat kepedulian sosial ke dalam wujud aksi nyata yang menghangatkan hati.
Kontributor: Mohammad Rega Permana


Komentar