Berita Daerah MAN

Uji Pemahaman Dongeng dan Carita Babad, Murid X.4 MAN 2 Majalengka Perdalam Pengetahuan Basa Sunda

Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas X.4 MAN 2 Majalengka mengikuti ulangan mata pelajaran Basa Sunda dengan materi Dongeng dan Carita Babad. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan untuk mengukur pemahaman murid terhadap karya sastra Sunda sekaligus memperkuat pengetahuan tentang kekayaan budaya dan tradisi lisan masyarakat Sunda. Ulangan tersebut dibimbing oleh guru Basa Sunda, Reni Tania Nurmala, S.Pd., pada Jumat (23/10/2026).

Ulangan ini berfokus pada pemahaman murid mengenai dongeng sebagai cerita rakyat yang berkembang di masyarakat dan diwariskan secara turun-temurun. Dongeng umumnya mengandung unsur hiburan serta pesan moral yang dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, murid mempelajari carita babad, yaitu cerita yang berkaitan dengan asal-usul suatu daerah, tokoh, atau peristiwa masa lampau. Carita babad memiliki nilai historis dan budaya yang dapat membantu murid mengenal perjalanan sejarah serta tradisi masyarakat Sunda. Dalam mempelajarinya, murid perlu memahami isi cerita, unsur-unsur pembangun, tokoh, latar, dan pesan yang terkandung di dalamnya.

Melalui ulangan tersebut, murid diharapkan mampu membedakan karakteristik dongeng dan carita babad serta memahami peran kedua jenis cerita tersebut dalam melestarikan bahasa dan budaya Sunda.

Guru Basa Sunda, Reni menyampaikan bahwa ulangan tidak hanya bertujuan mengukur hasil belajar, tetapi juga memastikan murid memahami materi yang telah dipelajari.

Wakamad Humas MAN 1 Majalengka Hadiri Apel Gabungan Pimpinan Satker Kemenag

“Melalui ulangan materi dongeng dan carita babad, saya berharap murid tidak hanya mampu menjawab soal dengan baik, tetapi juga memahami nilai-nilai moral, sejarah, dan budaya yang terkandung di dalamnya. Pembelajaran Basa Sunda menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan kecintaan murid terhadap bahasa dan budaya daerah,” ungkap Reni.

Reni juga berharap murid semakin termotivasi untuk mempelajari karya sastra Sunda dan mampu mengambil nilai-nilai positif dari setiap cerita yang dibaca atau dipelajari.

Pelaksanaan ulangan ini menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran untuk mengetahui tingkat penguasaan materi murid kelas X.4. Dengan memahami dongeng dan carita babad, murid diharapkan semakin mengenal kekayaan sastra Sunda, menghargai warisan budaya leluhur, serta ikut berperan dalam melestarikannya di tengah perkembangan zaman.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

32 Tahun Mengabdi, Euis Nurkomala Jadi Teladan Pendidik di MIN 2 Majalengka

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *