Majalengka (KEMENAG) — Pengabdian dan ketulusan seorang guru merupakan fondasi utama dalam dunia pendidikan yang terus berkembang. Nilai luhur tersebut tercermin nyata dalam perjalanan karier Euis Nurkomala, S.Pd.I., seorang guru senior di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Majalengka yang telah mendedikasikan dirinya selama 32 tahun untuk mencerdaskan generasi bangsa (04/11/2026).
Lahir pada 8 Juli 1970, Euis Nurkomala telah memulai kiprahnya sebagai pendidik sejak tahun 1994. Sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia dengan pangkat Pembina (Golongan IV/b), dedikasinya di MIN 2 Majalengka menjadi gambaran nyata tentang ketekunan, konsistensi, dan tanggung jawab seorang aparatur negara. Pengalamannya melintasi tiga dekade memungkinkannya beradaptasi dengan berbagai pergantian kurikulum, perkembangan teknologi, serta dinamika karakter peserta didik.
Dalam tugas kesehariannya, Ibu Euis dipercaya mengampu mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Melalui pembelajaran seni, ia tidak sekadar menyampaikan materi, melainkan membuka ruang bagi peserta didik untuk mengenali potensi diri, mengekspresikan kreativitas, serta belajar tentang kesabaran, ketelitian, dan kedisiplinan dalam berkarya.
Selain dedikasinya di ruang kelas, Euis juga mengemban amanah penting di balik layar sebagai Bendahara Pengeluaran Madrasah. Tanggung jawab ganda ini menuntut tingkat profesionalisme yang tinggi, ketelitian, serta kecermatan dalam menjaga tata kelola administrasi keuangan madrasah yang akuntabel dan sesuai ketentuan.
Perjalanan panjang pengabdian Euis Nurkomala menjadikannya sosok teladan dan sumber inspirasi bagi generasi pendidik berikutnya di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka. Dedikasinya membuktikan bahwa keberhasilan sejati seorang guru tidak sekadar diukur dari pangkat atau masa kerja, melainkan dari ilmu yang diwariskan, karakter anak didik yang dibentuk, serta jejak kebaikan yang ditinggalkan bagi masa depan pendidikan madrasah.


Komentar