Talaga (KEMENAG) — Upaya meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan terus dilakukan oleh MAN 1 Majalengka. Ketua Lembaga Pengembangan Mutu (LPM) MAN 1 Majalengka, Hj. Ade Nurpiana, M.Pd., turun langsung menyupervisi proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Fase F di Ruang Kelas XII.2 MAN 1 Majalengka pada Senin (19/10/2026).
Kegiatan supervisi pembelajaran yang diampu oleh Guru SKI Kelas XII, Kairin, S.Hum., tersebut membahas materi biografi serta strategi dakwah Wali Songo. Kehadiran tim supervisor di tengah siswa-siswi Kelas XII.2 bertujuan untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan efektif, berkualitas, sekaligus mengawal penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) secara nyata di ruang kelas.
Melalui pengamatan langsung, supervisor menilai integrasi nilai-nilai cinta, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama dalam interaksi pembelajaran. Pelaksanaan supervisi ini berpedoman pada Surat Keputusan Kepala MAN 1 Majalengka Nomor 049 Tahun 2026 tentang Pembentukan Tim Supervisi Guru Madrasah Aliyah Negeri 1 Majalengka Tahun Pelajaran 2026/2027.

Pelaksanaan supervisi akademik di MAN 1 Majalengka dirancang secara sistematis dalam dua tahapan terstruktur. Tahap pertama diawali dengan supervisi kelengkapan perangkat administrasi pembelajaran guru pada 12–16 Oktober 2026. Selanjutnya, tahap kedua diisi dengan supervisi praktik pembelajaran langsung di kelas yang berlangsung pada 19–23 Oktober 2026.
Di sela-sela kegiatan, Ketua LPM MAN 1 Majalengka, Hj. Ade Nurpiana, M.Pd., menyampaikan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi para pendidik di madrasah.
“Supervisi ini bukan sekadar bentuk pengawasan formal, melainkan sarana pembinaan dan pendampingan agar guru senantiasa terdorong meningkatkan kompetensi serta inovasi dalam mengajar. Materi dakwah Wali Songo yang mengedepankan pendekatan damai, santun, dan akulturatif sangat relevan dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta,” ujar Ade Nurpiana.
Sebagai tindak lanjut, hasil evaluasi dari supervisi administrasi dan pembelajaran ini akan dijadikan bahan refleksi serta pembinaan berkala bagi seluruh guru mata pelajaran setiap semester. Langkah ini diambil untuk memastikan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di MAN 1 Majalengka senantiasa selaras dengan standar mutu yang ditetapkan.
Melalui agenda rutin ini, diharapkan para guru terus termotivasi untuk mengembangkan strategi pengajaran yang adaptif dan inspiratif. Dengan demikian, siswa tidak hanya menguasai substansi materi sejarah, tetapi juga mampu meneladani nilai-nilai luhur Wali Songo dalam kehidupan sehari-hari, yang pada akhirnya turut mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar