Talaga (KEMENAG) — Guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, membentuk karakter religius, serta menanamkan budaya disiplin ibadah sejak dini, MAN 1 Majalengka secara konsisten mengagendakan pembiasaan spiritual harian. Kegiatan Salat Duha Berjamaah dan Pembiasaan Karakter Religius tersebut diikuti oleh siswa-siswi Kelas XII-2 di Masjid Nurhidayah MAN 1 Majalengka, Selasa (20/10/2026).
Rangkaian kegiatan spiritual diawali pada pagi hari sebelum jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai. Para siswa Kelas XII-2 berbondong-bondong menuju Masjid Nurhidayah untuk mengambil air wudu dan merapikan saf secara tertib. Salat Duha dilaksanakan secara khusyuk di bawah bimbingan pembina dan wali kelas, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama serta zikir pagi. Melalui rutinitas pagi ini, para peserta didik dibina agar senantiasa memulai aktivitas menuntut ilmu dengan niat yang bersih, ketenangan jiwa, serta kedisiplinan dalam menjalankan ibadah sunah.
Penyelenggaraan pembiasaan ibadah pagi ini dirancang sebagai wadah penguatan pendidikan karakter (character building) dan pembentukan budaya religius madrasah. Melalui pelaksanaan yang berkelanjutan, para siswa dibina agar memiliki kesadaran ibadah yang tinggi, kedisiplinan waktu, ketenangan pikiran dalam menyerap materi pelajaran, serta akhlakul karimah dalam pergaulan sehari-hari.
Ketua Murid (KM) Kelas XII-2 MAN 1 Majalengka, Encep Zia Ulhaq Assidiqi, menyampaikan bahwa rutinitas salat Duha memberikan dampak positif bagi ketenangan batin para siswa sebelum belajar.
“Pembiasaan salat Duha rutin di Masjid Nurhidayah ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain menambah keimanan, melaksanakannya sebelum jam pelajaran dimulai membuat pikiran menjadi lebih tenang dan lebih siap menerima materi pelajaran,” ujar Encep.
Lebih lanjut, ia berharap agar pembiasaan ibadah sunah ini dapat dijalankan secara konsisten oleh seluruh siswa di mana pun berada.
“Melalui kegiatan ini, kami belajar untuk selalu istiqamah dan disiplin dalam beribadah. Harapan kami, kebiasaan baik ini tidak hanya dilakukan di madrasah, tetapi juga terus kami amalkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, jajaran pendidik dan tim keagamaan MAN 1 Majalengka akan terus memantau serta mendampingi pelaksanaan pembiasaan ibadah harian seluruh tingkat kelas guna memelihara atmosfer madrasah yang religius dan penuh keberkahan.
Melalui keberlanjutan pembiasaan salat Duha dan penguatan karakter religius ini, diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, dan berdisiplin tinggi, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan keagamaan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar