Berita Daerah KUA

Tingginya Perceraian dan Penurunan Pernikahan Jadi Sorotan, KUA Leuwimunding Dorong Sinergi Ketahanan Keluarga

Leuwimunding (KEMENAG) — Apel pagi bersama seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Leuwimunding digelar di halaman Kantor Kecamatan Leuwimunding pada Senin (21/9/2026) pukul 08.00 WIB. Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Leuwimunding, H. Dedi Ruhaedi, S.Ag., menyampaikan amanat yang menyoroti dinamika kehidupan keluarga di wilayah Jawa Barat, khususnya terkait tingginya angka perceraian dan penurunan peristiwa pernikahan.

Dalam amanatnya, H. Dedi Ruhaedi mengungkapkan bahwa persoalan perceraian masih menjadi tantangan serius yang perlu mendapat perhatian bersama. Berdasarkan data terkini, Kabupaten Bandung menempati peringkat tertinggi kasus perceraian di Jawa Barat, sementara Kabupaten Majalengka berada dalam posisi 10 besar di tingkat provinsi.

Di samping itu, fenomena penurunan angka pernikahan juga terjadi di tingkat lokal. H. Dedi Ruhaedi menjelaskan bahwa jumlah peristiwa pernikahan di Kecamatan Leuwimunding mengalami penurunan drastis. Jika pada tahun sebelumnya tercatat sekitar 750 peristiwa pernikahan, saat ini angka tersebut menyusut hingga berada di kisaran 400 peristiwa dalam setahun.

Kondisi ini dipandang perlu menjadi perhatian bersama seluruh pihak, mengingat ketahanan keluarga merupakan pilar utama dalam pembangunan masyarakat.

“Persoalan keluarga bukan hanya menjadi tanggung jawab KUA atau Kementerian Agama semata, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh unsur pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, hingga masyarakat secara luas. Membangun keluarga yang kokoh berarti membangun masyarakat yang kuat,” tegas H. Dedi Ruhaedi.

Peringati Hari Santri 2026, MTsN 9 Majalengka Gelar Upacara Khidmat dan Gaungkan Peran Santri untuk Indonesia Emas

Sebagai langkah antisipatif, Kementerian Agama melalui KUA terus megarahkan berbagai program pembinaan dan edukasi. Upaya pencegahan dan penyiapan ketahanan keluarga tersebut direalisasikan melalui Bimbingan Perkawinan (Binwin) sebagai program pembekalan kesiapan calon pengantin, serta Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang memberikan pemahaman bagi generasi muda mengenai pentingnya membangun keluarga yang sehat dan harmonis sejak dini.

Rangkaian program tersebut diharapkan mampu menjadi ikhtiar bersama dalam menekan angka perceraian, meningkatkan kesiapan mental dan pengetahuan calon pengantin, serta menanamkan nilai-nilai keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Melalui penguatan edukasi sejak dini dan kolaborasi lintas sektoral, masyarakat Leuwimunding diharapkan semakin menyadari pentingnya mempersiapkan kehidupan rumah tangga secara matang demi menjaga keutuhan keluarga.

Kontributor: A. Rohim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *