Kertajati (MAJALENGKA) – Sebagai upaya nyata dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif pergaulan modern serta menekan angka pernikahan dini, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kertajati menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah (MA) Nurussyahid, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, pada Kamis (18/6/2026) dengan menghadirkan para narasumber berkompeten dari lingkungan Kementerian Agama serta penyuluh lapangan eksternal.
Hadir langsung memberikan pembinaan sekaligus membuka acara secara resmi, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa masa remaja merupakan fase krusial bagi pembentukan karakter yang akan menentukan kualitas masa depan bangsa dan agama.
Urgensi Pencegahan Pernikahan Dini
Salah satu fokus utama yang dibedah dalam bimbingan ini adalah tingginya angka pernikahan di bawah usia 19 tahun. Berdasarkan data statistik tahun 2024 yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, tercatat sekitar 413 kasus pernikahan dini di wilayah Kabupaten Majalengka, atau setara dengan 5 persen dari total peristiwa nikah. Angka ini dinilai memerlukan perhatian serius dan penanganan lintas sektoral secara masif.
Kasi Bimas Islam, Sofyan Firdaus menegaskan bahwa pernikahan memerlukan kesiapan yang matang dari berbagai aspek kehidupan, bukan sekadar ikatan formal semata.

“Pernikahan dini membawa risiko yang cukup besar, baik dari segi kesehatan reproduksi, kesiapan mental, kematangan emosional, hingga faktor ekonomi. Oleh karena itu, para siswa harus memiliki pemahaman yang utuh mengenai pentingnya merencanakan masa depan dengan matang sebelum melangkah ke jenjang pernikahan,” ujar Sofyan di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, Sofyan mengajak seluruh remaja untuk memanfaatkan usia produktif ini dengan kegiatan-kegiatan yang positif. “Fokuslah belajar dengan sungguh-sungguh, aktif dalam organisasi, asah keterampilan digital maupun personal, serta bentengi diri melalui kegiatan sosial dan keagamaan. Jadilah generasi yang memiliki filter kuat terhadap pengaruh negatif pergaulan lingkungan dan media digital,” tambahnya.
Beliau juga menyelipkan pesan tegas mengenai kewaspadaan terhadap ancaman narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Remaja diharapkan memiliki keberanian dan prinsip yang kokoh untuk menolak segala bentuk bujuk rayu yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba demi terciptanya lingkungan yang sehat dan berprestasi.
Kolaborasi Materi untuk Membentuk Karakter Unggul
Sebelumnya, Kepala KUA Kecamatan Kertajati, Edang, S.Sy., dalam sambutan pembukaannya memaparkan mengenai Regulasi dan Kebijakan Kementerian Agama terkait Urgensi Pencegahan Pernikahan Dini. Ia menjelaskan bahwa Kemenag secara struktural terus berupaya mengedukasi masyarakat melalui KUA agar mampu menekan angka dispensasi nikah yang diajukan oleh masyarakat.
Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, panitia menghadirkan Fasilitator Terbimtek, H. Iwan Ridwan, Lc., yang mengupas materi tentang “Konsep Diri Remaja Qur’ani”. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mengenali potensi diri yang berbasis pada nilai-nilai luhur Al-Qur’an agar menjadi pribadi yang berakhlakul karimah, disiplin, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.

Selain narasumber internal Kementerian Agama, kegiatan BRUS ini juga membangun sinergi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan (DPPKB) melalui kehadiran Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) sebagai narasumber eksternal, yaitu:
Dian Hariani, S.M. (PLKB): Menyampaikan materi mengenai “Membangun Relasi dan Keterampilan Komunikasi” serta “Mengenal Diri dan Tantangan Remaja Masa Kini”.
Enok Sunaesih (PLKB): Membedah materi mengenai “Pengambilan Keputusan dan Emosi Diri”, yang melatih para siswa agar lebih bijak dalam mengendalikan emosi dan berani mengambil keputusan yang bertanggung jawab bagi masa depannya.
Melalui pendekatan interaktif, para narasumber memberikan pembekalan bagaimana mengelola emosi secara sehat serta bagaimana memetakan cita-cita agar tidak terjebak pada keputusan instan yang merugikan.
Komitmen Peningkatan Layanan dan Harapan Penutup
Di akhir kegiatan, suasana dipenuhi motivasi ketika para fasilitator mendorong seluruh peserta untuk terus mengukir prestasi sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki.

Melalui penyelenggaraan Bimbingan Remaja Usia Sekolah ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka melalui KUA Kecamatan Kertajati kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan keagamaan dan bimbingan masyarakat. Program BRUS diproyeksikan akan terus digulirkan secara berkala ke berbagai sekolah dan madrasah guna mencetak generasi muda yang unggul, sehat secara mental dan fisik, serta siap menjadi pilar kemajuan bangsa, masyarakat, dan agama di masa yang akan datang.
Kontributor : Pupung Purnama Giri


Komentar