Rajagaluh (KEMENAG) – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka menyelenggarakan kegiatan edukasi dan pembinaan karakter bertajuk Bimbingan Putri pada Jumat (28/8/2026). Bertempat di Aula MTsN 12 Majalengka, kegiatan yang diikuti secara antusias oleh seluruh siswi madrasah ini menghadirkan Guru Bimbingan Konseling (BK), Muhammad Aji Jiyadul Mujahid, S.Sos., untuk mengupas tuntas optimalisasi peran BK sekaligus memberikan peringatan tegas mengenai bahaya pacaran di kalangan pelajar.
Ubah Paradigma tentang Ruang BK
Mengawali materinya, Aji mengajak seluruh siswi untuk membuang jauh-jauh stigma negatif yang kerap melekat pada guru BK. Ia menegaskan bahwa layanan BK disediakan oleh madrasah bukan untuk menghakimi, melainkan untuk merangkul dan membimbing potensi setiap peserta didik.
“Kalian harus mulai mengubah pandangan. Ruang BK bukanlah tempat persidangan bagi siswi yang melanggar aturan, melainkan ruang aman untuk kalian bercerita, berkeluh kesah, dan mencari solusi atas setiap permasalahan. Jadikan kami sebagai sahabat dan pendamping kalian dalam menata masa depan, jangan pernah takut atau ragu untuk datang,” tegas Aji memberikan pemahaman.
Bentengi Diri dari Bahaya Pacaran
Memasuki materi inti, pemateri menyoroti fenomena pergaulan remaja saat ini, khususnya mengenai tren pacaran di usia sekolah. Ia memaparkan dampak destruktif dari pacaran yang tidak hanya merusak konsentrasi belajar, tetapi juga berpotensi menjerumuskan siswi ke dalam pergaulan bebas yang melanggar norma agama dan merusak kesehatan mental.
“Di usia remaja seperti sekarang, fokus utama kalian adalah menuntut ilmu, mengembangkan bakat, dan membahagiakan orang tua. Jangan biarkan masa depan dan cita-cita kalian hancur hanya karena terbawa arus tren pacaran. Jaga kehormatan dan harga diri kalian sebagai siswi madrasah, karena kalian adalah muslimah berharga yang kelak akan menjadi madrasah pertama bagi anak-anak kalian,” pesannya dengan nada kebapakan dan penuh kehangatan.
Pelaksanaan Bimbingan Putri ini merupakan langkah preventif sekaligus wujud kasih sayang MTsN 12 Majalengka dalam melindungi moral peserta didiknya dari pengaruh negatif pergaulan modern. Melalui pencerahan dan bimbingan psikologis ini, madrasah optimis para siswinya mampu menjelma menjadi generasi muslimah yang cerdas secara akademik, tangguh secara emosional, dan senantiasa menjaga martabat diri demi menyongsong masa depan yang cerah dan penuh keberkahan.
Kontributor: Mohammad Rega Permana


Komentar