Berita Daerah MAN

Tanamkan Sopan Santun, Murid X.2 MAN 2 Majalengka Pelajari Tatakrama Sunda dalam Kehidupan Sehari-hari

Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas X.2 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Bahasa Sunda dengan materi memahami jenis-jenis tatakrama Sunda dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi pelajar oleh Reni Tania Nurmala, S.Pd. Pembelajaran ini bertujuan menumbuhkan kesadaran murid untuk menerapkan sopan santun dalam berkomunikasi dan berinteraksi di lingkungan sekolah maupun masyarakat pada Kamis (15/10/2026).

Dalam pembelajaran tersebut, murid mempelajari tatakrama Sunda sebagai bagian dari budaya masyarakat Sunda yang menjunjung tinggi nilai kesopanan, rasa hormat, dan penghargaan terhadap orang lain. Tatakrama tidak hanya berkaitan dengan pilihan kata ketika berbicara, tetapi juga mencakup sikap, perilaku, serta cara menempatkan diri sesuai dengan situasi dan lawan bicara.

Salah satu materi penting yang dipelajari ialah penggunaan undak-usuk basa, yaitu tingkatan bahasa Sunda yang disesuaikan dengan lawan bicara dan konteks komunikasi. Murid diajak memahami penggunaan bahasa yang santun ketika berbicara kepada guru, orang tua, teman sebaya, maupun masyarakat yang lebih luas.

Penerapan tatakrama Sunda dalam kehidupan pelajar dapat diwujudkan melalui kebiasaan mengucapkan salam, menggunakan bahasa yang sopan, menghargai pendapat orang lain, mendengarkan ketika seseorang berbicara, serta menjaga perilaku di lingkungan sekolah. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter pelajar yang santun dan menghormati sesama.

Reni menjelaskan bahwa mempelajari tatakrama Sunda bukan sekadar memahami teori kebahasaan, melainkan juga mengenali dan melestarikan nilai budaya yang diwariskan oleh masyarakat Sunda.

Peringati Hari Santri 2026, MTsN 9 Majalengka Gelar Upacara Khidmat dan Gaungkan Peran Santri untuk Indonesia Emas

“Tatakrama Sunda penting dipahami oleh murid karena mengajarkan cara berkomunikasi yang santun dan menghargai orang lain. Sebagai pelajar, mereka perlu mengetahui bagaimana bersikap dan memilih bahasa yang tepat sesuai dengan lawan bicara,” ungkap Reni.

Reni berharap pembelajaran tersebut dapat mendorong murid untuk menerapkan tatakrama Sunda secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di luar lingkungan madrasah.

“Melalui pembelajaran ini, saya berharap murid tidak hanya mengetahui jenis-jenis tatakrama Sunda, tetapi juga membiasakan diri untuk menerapkannya. Dengan demikian, nilai kesopanan dan penghormatan terhadap sesama tetap terjaga sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya Sunda,” tambah Reni.

Melalui pembelajaran Bahasa Sunda ini, murid diharapkan mampu menggunakan bahasa secara santun, menunjukkan perilaku yang menghargai orang lain, serta memahami pentingnya tatakrama dalam membangun hubungan sosial yang harmonis. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi murid untuk tumbuh sebagai generasi yang berkarakter, berbudaya, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Kasubag TU Ajak Pramuka MTsN 10 Majalengka Jaga Alam dan Bangun Karakter Positif

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *