Berita Daerah

Siswa MTsN 10 Majalengka Eksplorasi Keberagaman Seni Tari Sakral Nusantara Lewat Pembelajaran Interaktif

Jatiwangi (KEMENAG) — Dalam upaya menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya nusantara, siswa kelas 7A MTsN 10 Majalengka menggelar kegiatan pembelajaran seni budaya yang berfokus pada pengenalan tari sakral di Indonesia, Selasa (3/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas 7A ini dikemas secara interaktif melalui metode presentasi kelompok dan penyusunan kliping media visual.

Pembelajaran yang dibimbing langsung oleh Guru Seni Budaya, Mutia Meilinia, S.Pd., diawali dengan penugasan kelompok. Setiap kelompok siswa diminta menyusun kliping kreatif yang memuat gambar contoh tari sakral yang dicetak dan ditempelkan pada kertas karton. Media tersebut kemudian digunakan siswa untuk mempresentasikan keunikan serta keanekaragaman tari sakral dari berbagai daerah di Indonesia di hadapan rekan-rekan sekelasnya.

Metode ini ditujukan untuk merangsang keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat, menyampaikan informasi baru, serta melatih keterampilan berkomunikasi di depan umum.

Dalam paparannya, Mutia menjelaskan bahwa pembelajaran seni budaya tidak hanya sebatas teori, melainkan juga menanamkan nilai-nilai apresiasi budaya nasional.

“Melalui media kliping visual dan presentasi ini, kami ingin mengajak para siswa untuk tidak hanya sekadar tahu, tetapi juga mampu memahami makna dibalik tari sakral di Indonesia. Pembelajaran ini juga diskenariokan untuk membangun rasa percaya diri siswa agar berani tampil dan menyampaikan gagasan di depan publik,” ujar Mutia.

32 Tahun Mengabdi, Euis Nurkomala Jadi Teladan Pendidik di MIN 2 Majalengka

Antusiasme peserta didik terlihat sepanjang jalannya kegiatan pembelajaran. Mirna, salah satu siswi kelas 7A, mengungkapkan kesannya usai mengikuti rangkaian presentasi tersebut.

“Pembelajarannya sangat seru karena kami bisa melihat langsung gambaran tari-tari sakral di Indonesia lewat karton yang kami buat bersama kelompok. Saya jadi tahu banyak informasi baru tentang budaya daerah lain dan belajar untuk tidak malu saat berbicara di depan kelas,” ungkap Mirna.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, pembelajaran seni budaya berbasis proyek dan eksplorasi kearifan lokal akan terus dikembangkan guna menguatkan karakter peserta didik yang berwawasan nusantara.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat semakin mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia, khususnya seni tari sakral. Diharapkan pula inovasi pembelajaran seperti ini dapat terus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di madrasah.

Kontributor: Mutia Meilinia

MAN 1 dan KUA Jatiwangi Perkuat Kolaborasi Perluas Objek Liputan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *