Sindangwangi (KEMENAG) — Rasa bangga tampil sekaligus ikut melestarikan budaya Sunda dirasakan Dafa, siswa kelas XI MAN 3 Majalengka, saat dipercaya memerankan tokoh lengser dalam pembukaan Perkemahan Calon Penegak (Pecapa) 2026 di Bumi Perkemahan Leles, Sindangwangi, Senin (5/10/2026).
Mengenakan busana adat Sunda, Dafa tampil lugas dalam prosesi upacara adat yang menjadi bagian dari pembukaan Pecapa 2026. Di hadapan seluruh peserta dan tamu undangan, ia menjalankan peran lengser sebagai simbol tradisi penyambutan yang sarat dengan nilai-nilai luhur budaya Sunda.
Bagi Dafa, kesempatan tersebut bukan sekadar pengalaman berdiri di hadapan khalayak umum, melainkan momentum berharga untuk mengenal lebih dekat adat istiadat Sunda sekaligus berkontribusi nyata dalam melestarikannya.
“Saya merasa bangga bisa tampil sebagai lengser. Bagi saya, ini bukan hanya tentang tampil di depan orang banyak, tetapi juga kesempatan untuk ikut melestarikan budaya Sunda,” ujar Dafa.
Ia mengaku pengalaman ini semakin menumbuhkan kecintaannya terhadap budaya daerah. Menurut Dafa, generasi muda perlu mengenal identitas budayanya sendiri agar tradisi warisan leluhur tidak tergerus oleh zaman.
“Saya merasa terpanggil untuk ikut melestarikan adat Sunda. Kalau bukan generasi muda yang mengenal dan menjaganya, siapa lagi? Saya berharap teman-teman juga tidak malu untuk mempelajari budaya daerah sendiri,” tegasnya.
Dafa juga menilai bahwa keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan kebudayaan memberikan pengalaman pembelajaran yang berbeda. Siswa tidak hanya memahami konsep kebudayaan secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam proses persiapan hingga pementasannya.
Kehadiran sosok lengser yang dibawakan Dafa menjadi penanda dimulainya rangkaian pembukaan Pecapa 2026 MAN 3 Majalengka. Prosesi adat ini menjadi wadah pembuktian bahwa kebudayaan lokal dapat terus hidup dan relevan di tengah kegiatan generasi muda.
Sementara itu, Pembina Ekstrakurikuler Kesenian MAN 3 Majalengka, Ida Nurparida, S.Pd., menyampaikan bahwa keterlibatan siswa dalam upacara adat merupakan langkah konkrit madrasah dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal.
“Kegiatan upacara adat ini sengaja kami tampilkan di awal acara untuk ngamumule budaya Sunda. Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta didik tidak hanya terlatih kemandirian dan kedisiplinannya, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian seni dan budaya lokal,” ungkap Ida.
Kontributor: Firman Saefatullah


Komentar