Gunungmanik (KEMENAG) — Dalam upaya meningkatkan kemampuan melafalkan bacaan salat sekaligus memperkuat karakter religius peserta didik, MIN 6 Majalengka melaksanakan pembiasaan melafalkan niat dan bacaan salat setiap Jumat. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (6/11/2026) di halaman madrasah ini diikuti oleh seluruh murid sebagai bagian dari program pembiasaan positif di lingkungan pendidikan.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Infak Jumat. Setelah seluruh rangkaian pengumpulan sedekah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembiasaan melafalkan niat dan berbagai bacaan dalam salat secara bersama-sama. Seluruh murid mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh semangat, dipandu langsung oleh guru koordinator.
Koordinator Pembiasaan Positif MIN 6 Majalengka, Nono Sudarsono, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pembiasaan ini merupakan salah satu langkah penting dalam membangun kemampuan beribadah peserta didik sejak dini.
“Kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan membiasakan anak-anak agar lebih lancar, benar, dan tartil dalam melafalkan setiap bacaan salat, terutama sejak usia dini,” ujar Nono.
Melalui kegiatan ini, murid diberikan kesempatan untuk mengulang dan memperbaiki pelafalan, mulai dari niat hingga doa-doa yang dibaca ketika melaksanakan ibadah salat. Dengan demikian, mereka diharapkan tidak hanya sekadar hafal, tetapi juga semakin memahami pentingnya ketepatan bacaan (tartil) dalam beribadah.
Selain meningkatkan kemampuan bacaan salat, kegiatan ini juga memberikan manfaat dalam melatih daya ingat, kemampuan berbahasa, serta konsentrasi peserta didik. Pengulangan secara rutin ini terbukti membantu murid menjadi lebih siap dan fokus dalam mengikuti aktivitas pembelajaran di kelas.
Melalui pembiasaan sederhana tetapi bermakna ini, MIN 6 Majalengka berkomitmen membentuk generasi yang religius, disiplin, dan memiliki dasar pengetahuan serta keterampilan ibadah yang baik. Diharapkan, program ini memberikan dampak positif terhadap pembentukan akhlak peserta didik serta peningkatan kualitas layanan pendidikan madrasah di lingkungan Kementerian Agama.


Komentar