Berita Daerah

Serunya Belajar Wawangsalan! TGT Sulap Kelas IXD MTsN 14 Majalengka Jadi Arena Kompetisi Edukatif

Sukahaji (KEMENAG) — Siapa sangka belajar wawangsalan bisa menjadi begitu seru? Suasana berbeda terlihat di kelas IXD MTs Negeri 14 Majalengka saat pembelajaran Bahasa Sunda berlangsung. Materi wawangsalan yang biasanya dipelajari melalui membaca dan memahami contoh, kali ini dikemas menjadi permainan edukatif yang penuh semangat melalui model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Rabu (09/09/2026).

Pembelajaran kreatif tersebut dipandu oleh Atrista Indah Listiani, S.Pd., guru mata pelajaran Bahasa Sunda MTsN 14 Majalengka. Sejak awal kegiatan, siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pembelajaran. Mereka tidak hanya belajar memahami wawangsalan, tetapi juga ditantang untuk membuat, memainkan, dan menjawab wawangsalan bersama teman-temannya.

Dalam penerapan model TGT, siswa kelas IXD dibagi menjadi lima kelompok, dengan setiap kelompok terdiri atas 5–6 orang siswa. Pembagian kelompok tersebut menjadi awal dari keseruan pembelajaran. Setiap anggota kelompok berdiskusi dan bekerja sama mempersiapkan bahan permainan.

Yang membuat pembelajaran semakin menarik, setiap kelompok diwajibkan menyiapkan 10 buah wawangsalan yang akan digunakan dalam permainan. Artinya, sebelum pertandingan dimulai, siswa harus berpikir kreatif untuk menghasilkan wawangsalan yang memiliki cangkang dan eusi yang sesuai.

Setelah seluruh kelompok siap, permainan pun dimulai. Wawangsalan yang telah dibuat menjadi bahan tantangan bagi kelompok lainnya. Siswa harus berpikir cepat dan cermat untuk menemukan jawaban yang tepat. Suasana kelas pun semakin hidup karena setiap kelompok berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Karya Kreatif, Siswa Kelas 7A MTsN 2 Majalengka Hasilkan Vas dan Tempat Alat Tulis

Model TGT membuat siswa tidak sekadar menjadi penerima materi. Mereka terlibat langsung dalam proses berpikir, berdiskusi, mencipta, menjawab, dan berkompetisi secara sehat. Tidak mengherankan jika siswa tampak sangat antusias dan menikmati proses pembelajaran.

Menariknya, sejumlah wawangsalan yang digunakan dalam permainan merupakan hasil kreativitas siswa sendiri. Di antaranya:

«Beres sholat nyekel tasbeh
Sing bisa babalik pikir
(Dzikir)»

Wawangsalan lainnya:

«Warna bodas jeung aralit
Imah éta meni ungu
(Sangu)»

Menjelang Peringatan Maulid Nabi 1448 H, OSIS MTsN 10 Majalengka Gelar Persiapan Matang

Ada pula:

«Gagangan jang dina mata
Di Jebor ngajieun bata
(Kacamata)»

Karya-karya tersebut menunjukkan bahwa siswa tidak hanya mampu memahami konsep wawangsalan, tetapi juga mulai mampu berkreasi menggunakan kekayaan kosakata dan ungkapan dalam bahasa Sunda.

Bagi siswa, pembelajaran seperti ini memberikan pengalaman yang berbeda. Mereka dapat belajar sambil bermain, bekerja sama dalam kelompok, sekaligus merasakan tantangan kompetisi. Rasa senang dan antusias yang muncul selama kegiatan menjadi salah satu indikator bahwa pendekatan pembelajaran yang kreatif mampu membuat materi Bahasa Sunda terasa lebih dekat dengan dunia siswa.

Melalui model TGT, Atrista berupaya menghadirkan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Permainan bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi strategi untuk membantu siswa memahami materi sekaligus mengembangkan keterampilan berpikir dan berkomunikasi.

Kembangkan Kurikulum Berbasis Cinta, MTsN 10 Majalengka Ajak Siswa Meneladani Pendiri Bangsa

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pembelajaran Bahasa Sunda dapat dikemas secara kreatif, kompetitif, dan menyenangkan, tanpa meninggalkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Dari lima kelompok, puluhan wawangsalan, dan satu kelas yang penuh semangat, lahirlah pembelajaran yang bukan hanya membuat siswa belajar, tetapi juga membuat mereka menikmati prosesnya.

Wawangsalan bukan lagi sekadar materi pelajaran. Di tangan siswa IXD MTsN 14 Majalengka, wawangsalan berubah menjadi permainan yang menghidupkan kelas!

Kontributor: Yudi A Krisnanto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *