Berita Daerah MAN

Sambutan Hangat Guru melalui Nurushobah, Siswa MAN 3 Majalengka Rasakan Kedekatan

Jatiwangi (KEMENAG) — Sapaan guru yang menyambut kedatangan siswa pada pagi hari menghadirkan suasana hangat di lingkungan MAN 3 Majalengka. Melalui kegiatan Nurushobah, guru menyambut siswa yang tiba di madrasah sebagai bentuk perhatian sekaligus upaya membangun kedekatan antara pendidik dan peserta didik. Suasana tersebut dirasakan Muhamad Abdul Azis, siswa kelas XI, saat mengikuti aktivitas pagi di MAN 3 Majalengka, Selasa (20/10/2026).

Bagi Azis, sambutan guru bukan sekadar rutinitas sebelum masuk kelas. Interaksi sederhana itu membuat siswa merasa diperhatikan, menciptakan suasana yang lebih akrab, serta menumbuhkan semangat untuk memulai kegiatan belajar.

“Kegiatan Nurushobah ini memberikan kehangatan tersendiri bagi kami para siswa. Selain menambah kekhusyukan sebelum memulai pelajaran, rutinitas ini membuat kami merasa lebih dekat satu sama lain,” ujar Azis.

Kesan positif tersebut memperlihatkan bahwa hubungan baik antara guru dan siswa dapat dibangun melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Sapaan dan sambutan pada pagi hari menjadi salah satu cara untuk menghadirkan suasana madrasah yang ramah, sekaligus menumbuhkan rasa nyaman bagi siswa ketika memulai aktivitas pendidikan.

MAN 3 Majalengka terus mengistiqamahkan Nurushobah sebagai bagian dari pembiasaan positif di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan ini, guru mengambil peran aktif dalam menyambut kedatangan siswa, sehingga interaksi antara pendidik dan peserta didik tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga terbangun sejak awal kedatangan mereka.

Guru MTsN 11 Majalengka Meriahkan Lomba Bola Voli Mini HGN Tingkat Kecamatan

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kesantunan, kepedulian, kedisiplinan, dan penghormatan. Keteladanan guru dalam menyapa serta memberikan sambutan yang baik diharapkan dapat mendorong siswa membiasakan perilaku serupa dalam kehidupan sehari-hari.

Kedekatan yang terbangun melalui Nurushobah diharapkan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. Ketika siswa merasa diterima dan diperhatikan, suasana madrasah dapat menjadi lebih nyaman untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi diri.

Melalui konsistensi kegiatan Nurushobah, MAN 3 Majalengka berupaya menghadirkan budaya madrasah yang ramah, religius, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Sambutan hangat guru pada pagi hari menjadi wujud perhatian yang sederhana, tetapi bermakna dalam membangun hubungan positif antara guru dan siswa.

Kontributor: Firman Saefatullah

Peringati Hari Santri 2026, MTsN 9 Majalengka Gelar Upacara Khidmat dan Gaungkan Peran Santri untuk Indonesia Emas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *