Majalengka (KEMENAG) – Peran perempuan dalam menyokong kesuksesan ekosistem pendidikan dan keluarga tidak dapat dipandang sebelah mata. Semangat inilah yang dibawa oleh Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kesiswaan MTsN 12 Majalengka, Hj. Juju Julaeha, S.Ag., M.Pd.I., beserta Ibu istri Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) saat menghadiri agenda Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka Tahun 2026, pada Selasa (8/9/2026).
Kegiatan silaturahmi dan pembinaan yang sarat akan nilai kekeluargaan ini dilangsungkan di Masjid Al-Ikhlas Kemenag Majalengka. Antusiasme yang tinggi terlihat dari kehadiran lebih dari 60 peserta yang terdiri atas unsur jajaran pengurus maupun anggota DWP se-Kabupaten Majalengka.
Pertemuan rutin ini menjadi sangat istimewa karena dipimpin dan diarahkan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka yang juga merangkap sebagai Ketua DWP Kemenag Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim. Dalam arahannya, beliau banyak memberikan pencerahan terkait penguatan kapasitas anggota DWP sebagai pendukung utama kinerja suami dan pilar keluarga.
Kehadiran Juju dalam forum ini tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban organisatoris sebagai anggota DWP, tetapi juga membawa perspektifnya sebagai seorang pendidik. Ia melihat pertemuan rutin ini sebagai momentum strategis untuk menyinkronkan peran perempuan, baik di ranah keluarga maupun di lingkungan madrasah.
Dari sudut pandangnya, pembinaan karakter anak (siswa) sangat bergantung pada sentuhan dan keteladanan seorang ibu di rumah, yang sejalan dengan peran guru di sekolah.
“Bagi saya pribadi, pertemuan DWP ini bukan sebatas ajang silaturahmi rutin, melainkan kawah candradimuka bagi kita para perempuan untuk terus belajar dan menyamakan frekuensi. Mendengarkan arahan langsung dari Ibu Euis Damayanti memberikan kami suntikan semangat baru,” ungkap Juju mengutarakan pandangannya.
Lebih lanjut, ia merefleksikan nilai dari kegiatan tersebut ke dalam tugas kesehariannya. “Sebagai Waka Kesiswaan yang setiap hari berhadapan dengan dinamika remaja, saya sangat meyakini bahwa madrasah pertama bagi anak-anak adalah ibu mereka di rumah. Melalui DWP, kita diajak untuk menjadi perempuan yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia. Jika ibu-ibu DWP ini hebat di rumah, insyaallah anak-anak yang dititipkan ke madrasah kami pun akan jauh lebih mudah untuk dibina dan diarahkan menjadi generasi yang berkarakter,” paparnya dengan penuh antusias.
Partisipasi aktif perwakilan MTsN 12 Majalengka dalam kegiatan DWP ini diharapkan mampu membawa energi positif dan inspirasi baru saat kembali ke lingkungan madrasah. Sinergi yang terjalin antara peran pembinaan di madrasah dan dukungan kekeluargaan dari organisasi DWP diyakini akan menjadi fondasi kokoh untuk mewujudkan Kementerian Agama yang lebih maju, harmonis, dan berprestasi.
Kontributor: Mohammad Rega Permana


Komentar