Jatitujuh (KEMENAG) — Seluruh jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan staf Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatitujuh melaksanakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut diselenggarakan di Halaman Kantor KUA Jatitujuh pada Rabu (28/10/2026).
Upacara yang digelar rutin setiap tanggal 28 Oktober ini bertujuan menguatkan kembali semangat nasionalisme, mempererat tali silaturahmi antaraparatur sipil negara (ASN) di lingkungan KUA Jatitujuh, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Rangkaian acara diawali dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih, pembacaan Teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, hingga pembacaan Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928, lalu diakhiri dengan pengarahan dari pembina upacara dan doa bersama.
Kepala KUA Kecamatan Jatitujuh, H. Iwan Ridwan, Lc., bertindak langsung sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Iwan menegaskan pentingnya peran pemuda dalam melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa, khususnya di tengah tantangan era transformasi digital saat ini.
“Pemuda adalah tulang punggung dan masa depan bangsa. Semangat Sumpah Pemuda 1928 harus terus dihidupkan, terutama oleh aparatur Kementerian Agama dalam memberikan dedikasi, integritas, dan inovasi pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar H. Iwan Ridwan.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, Iwan juga menyampaikan komitmen KUA Jatitujuh untuk mengintegrasikan nilai-nilai kepemudaan dan semangat gotong royong ke dalam program kerja harian. Fokus utama integrasi ini diarahkan pada peningkatan kualitas layanan keagamaan serta pembinaan keluarga sakinah di wilayah Kecamatan Jatitujuh.
Melalui momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, seluruh generasi muda dan ASN Kemenag Majalengka diharapkan semakin terpacu untuk menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif. Langkah ini diyakini mampu mendorong peningkatan kualitas serta profesionalisme layanan publik di lingkungan Kementerian Agama secara berkelanjutan.
Kontributor: Wastaka


Komentar