Berita Kemenag
Beranda » Berita » Peringati Tahun Baru 1448 H di Ponpes Manbaul Huda, Kemenag Majalengka Dorong Kaderisasi Generasi Berakhlak

Peringati Tahun Baru 1448 H di Ponpes Manbaul Huda, Kemenag Majalengka Dorong Kaderisasi Generasi Berakhlak

Palasah (KEMENAG) — Suasana religius dan penuh kekhidmatan mewarnai peringatan Tahun Baru Hijriah 1448 H yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Majalengka, Ahad (21/6/2026). Kegiatan yang berpusat di Pondok Pesantren Manbaul Huda, Desa Cisambeng, Kecamatan Palasah ini diisi dengan istigatsah dan pengajian umum.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dengan didampingi Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), H. Ade Firmansyah, M.Pd.I. Turut hadir Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, Ketua MUI Kabupaten Majalengka Drs. KH. Anwar Sulaiman, M.M.Pd., Ketua PCNU Majalengka KH. Muhammad Umar, M.Ag., serta jajaran tokoh agama dan elemen masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Euis Damayanti menyampaikan pandangannya mengenai esensi peringatan tahun baru Islam. Ia menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan Islam, khususnya pondok pesantren, sebagai motor penggerak transformasi moral masyarakat.

“Peringatan Tahun Baru Hijriah ini adalah momentum krusial untuk memperkuat komitmen kita dalam mencerahkan umat. Kementerian Agama terus berkomitmen mendukung pondok pesantren seperti Manbaul Huda ini agar tetap menjadi episentrum kaderisasi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan berakhlak mulia,” tutur Euis.

Sinergi dan apresiasi senada juga diungkapkan oleh Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momentum besar untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Semarak Khotmil Qur’an dan Imtihan Yayasan Irsyadul Mubtadiin: Membumikan Al-Qur’an di Desa Indrakila

“Tahun baru Islam ini bukan hanya soal bergantinya tanggal. Hakikat hijrah adalah berpindah dari keburukan menuju kebaikan. Ruh hijrah harus tumbuh dalam hati seluruh umat Islam,” ujar Dena.

Dena juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana introspeksi dan evaluasi diri agar senantiasa bergerak menuju kebaikan. Menurutnya, semangat hijrah ini berjalan beriringan dengan visi besar pembangunan daerah.

“Visi Majalengka Langkung Sae pada hakikatnya sejalan dengan makna hijrah, yaitu menjadi lebih baik. Semangat hijrah dan Majalengka Langkung Sae adalah satu tarikan napas menuju perubahan yang lebih baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada aspek fisik semata, tetapi juga harus menyentuh dimensi moral dan sosial kemasyarakatan.

“Yang kita bangun bukan hanya infrastruktur, tetapi juga akhlak dan kerukunan masyarakat. Peran ulama, kiai, dan Nahdlatul Ulama sangat besar dalam menjaga nilai-nilai tersebut,” tegasnya.

Marching Band Gita Nada MTsN 12 Majalengka Meriahkan Khotmil Qur’an ke-35 MDTA Irsyadul Mubtadiin

Dena pun mengimbau agar kemajuan Kabupaten Majalengka terus berpijak pada nilai-nilai agama, dengan menempatkan pesantren sebagai benteng moral bangsa yang konsisten melahirkan generasi berakhlakul karimah.

Acara peringatan yang mempertemukan ulama, umara (pemerintah), dan umat ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, serta kemajuan Kabupaten Majalengka.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *