Kadipaten (KEMENAG) – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Lapangan MTsN 6 Majalengka pada Kamis (18/6/2026). Madrasah tersebut sukses menyelenggarakan acara pelepasan siswa kelas IX untuk Tahun Pelajaran 2025/2026. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan menengah pertama bagi 110 siswa sekaligus awal langkah mereka menuju jenjang yang lebih tinggi.
Kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., menjadi sorotan utama yang memberikan suntikan semangat bagi para siswa, guru, maupun orang tua yang hadir.
Dalam sambutannya, Euis Damayanti menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi keluarga besar MTsN 6 Majalengka yang dinilainya terus berbenah dan menunjukkan kekompakan luar biasa. Ia menyoroti peran strategis guru dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang siswa selama tiga tahun masa pendidikan.

“Hari ini bukan hanya tentang perpisahan, tetapi tentang perjalanan tiga tahun kalian menimba ilmu. Saya ucapkan selamat kepada anak-anakku yang lulus, dan kepada orang tua yang telah berhasil membimbing putra-putrinya. Beban Bapak/Ibu dalam mendidik mereka adalah ladang ibadah yang luar biasa,” ujar Euis.
Lebih lanjut, ia memberikan pesan tegas agar seluruh siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik ke Madrasah Aliyah (MA), SMA, maupun SMK. Menurutnya, pendidikan menengah pertama tidaklah cukup untuk bersaing di dunia masa depan.
“Kalian semuanya harus melanjutkan sekolah. Jangan berhenti hanya sampai di MTs, karena lulusan MTs akan sulit bersaing di dunia kerja jika tidak membekali diri dengan pendidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Selain berfokus pada kelulusan siswa, Kepala Kantor Kemenag Majalengka ini juga secara khusus memberikan instruksi terkait pengembangan lingkungan madrasah. Ia mendorong MTsN 6 Majalengka untuk segera mengintegrasikan gerakannya ke dalam aplikasi Sidia agar dapat diakui secara resmi sebagai Madrasah Adiwiyata.
“Saya sangat mendukung langkah MTsN 6 Majalengka. Saya melihat guru-gurunya kompak dalam membangun madrasah dan menata lingkungan. Kekurangannya hanya satu, yakni belum mengisi aplikasi Sidia. Saya instruksikan agar tim segera melengkapi dokumen, foto, dan video pendukung. Gerakan kalian sudah bagus, sayang jika tidak terdata oleh DLH,” pungkas beliau dengan penuh optimisme.
Kepala MTsN 6 Majalengka, Muhammad Darda, M.Pd., menyambut baik arahan tersebut. Dalam laporannya, ia mengonfirmasi bahwa tahun ini madrasah meluluskan 110 siswa yang kini siap berkompetisi di berbagai jenjang sekolah lanjutan. Ia menegaskan kembali komitmen madrasah untuk terus meningkatkan pelayanan pendidikan meski di tengah berbagai keterbatasan.

“Tahun ini, MTsN 6 Majalengka meluluskan 110 siswa. Saya gembira karena lulusan kita dapat berdiri sejajar dengan sekolah lain. Ini membuktikan bahwa madrasah kita murah, namun tidak murahan. Kami berkomitmen untuk terus melayani sebaik mungkin demi masa depan anak-anak kita,” ujar Darda.
Salah satu momen paling menyentuh dalam acara tersebut adalah ketika perwakilan siswa kelas IX, Ajeng Rina Rahayati, menyampaikan pidato perpisahan. Ajeng, yang sempat kehilangan sosok ayah tercinta saat duduk di bangku kelas VII, menyampaikan pesan mendalam bagi teman-temannya mengenai pentingnya berbakti kepada orang tua.

“Beruntunglah kalian yang masih memiliki kedua orang tua. Sayangilah mereka, jangan melawan, dan jadilah kebanggaan mereka. Kepada Ibu dan Bapak Guru, terima kasih telah mendidik saya dengan sabar dan menerima saya apa adanya. Kami pamit untuk terus melangkah menggapai cita-cita,” ucap Ajeng dengan nada haru yang disambut isak tangis hadirin.
Ketua Panitia Pelepasan, Sena Dipayana Supena, S.Hum., menyampaikan terima kasih kepada orang tua siswa dan pihak sekolah yang telah bekerja sama dalam penyelenggaraan acara secara swadaya. Dukungan tersebut mencerminkan sinergi yang kuat antara masyarakat dan madrasah dalam mendukung pendidikan anak.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komite MTsN 6 Majalengka, H. Elon Jaelani, memohon maaf atas segala kekurangan selama masa pembinaan siswa. Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang telah mendidik siswa dengan penuh kesabaran meski menghadapi berbagai dinamika karakter.
Kegiatan pelepasan tahun ini diisi dengan berbagai penampilan kreativitas siswa, mulai dari pertunjukan marching band, tarian Degung khas Sunda, upacara adat, atraksi pencak silat, hingga lantunan hadroh. Seluruh rangkaian acara tersebut merupakan wujud apresiasi dan kenangan terakhir para siswa terhadap madrasah.

Acara kemudian ditutup dengan prosesi penyerahan kembali siswa kepada orang tua/wali, pembacaan doa, ramah tamah, serta sesi foto bersama. Secara keseluruhan, kegiatan pelepasan ini berlangsung dengan tertib dan aman, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga madrasah, orang tua, dan para lulusan yang kini siap menyongsong masa depan.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar