Jatiwangi (KEMENAG)— Wakil Kepala Madrasah MAN 3 Majalengka, Deni Hilman Abdillah, M.Pd., turun langsung memantau pelaksanaan program literasi 15 menit sebelum pembelajaran dimulai, Selasa (3/11/2026). Pemantauan ini menjadi bagian dari upaya memastikan pembiasaan membaca berjalan konsisten sekaligus menumbuhkan budaya literasi di kalangan peserta didik.
Dalam pemantauan tersebut, Deni berkeliling ke sejumlah lingkungan belajar untuk melihat secara langsung aktivitas membaca yang dilakukan para siswa. Dengan memanfaatkan waktu sebelum pelajaran dimulai, peserta didik membaca berbagai bahan bacaan, mulai dari buku cetak hingga referensi digital.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MAN 3 Majalengka ini bukan sekadar mengisi waktu sebelum pembelajaran. Lima belas menit membaca diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk menambah pengetahuan, memperluas wawasan, dan membangun kebiasaan belajar secara mandiri.
Deni Hilman Abdillah menyampaikan bahwa pembiasaan literasi memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir kritis dan memperkaya cakrawala pengetahuan peserta didik.
“Kegiatan literasi rutin ini sangat penting untuk membangun fondasi berpikir kritis dan memperluas cakrawala pengetahuan anak didik kita. Kami ingin membaca bukan lagi sekadar kewajiban, melainkan telah menjadi kebutuhan dan budaya sehari-hari di madrasah,” ungkapnya di sela-sela monitoring.
Melalui program ini, siswa diharapkan tidak hanya semakin akrab dengan buku, tetapi juga memiliki kemampuan lebih baik dalam memahami informasi, mengembangkan gagasan, dan mengikuti pembelajaran secara aktif.
Pemantauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program literasi. Evaluasi berkala serta pengayaan koleksi bacaan, baik dalam bentuk cetak maupun digital, menjadi langkah untuk menciptakan kegiatan membaca yang semakin menarik dan variatif.
Konsistensi menjadi kunci agar program ini memberikan dampak nyata. Dari lima belas menit membaca setiap hari, tumbuh kesempatan bagi peserta didik untuk mengenal lebih banyak pengetahuan, mengasah daya pikir, dan membangun karakter sebagai pembelajar sepanjang hayat.
Kontributor: Firman Saefatullah


Komentar