Berita Daerah MAN

Pahami Realitas Sosial, Murid MAN 2 Majalengka Dalami Konsep Universalisme dan Partikularisme

Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas X.6 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Sosiologi dengan menganalisis serta mengidentifikasi ciri-ciri universalisme dan partikularisme pada Kamis (24/9/2026). Kegiatan pembelajaran yang dibimbing oleh guru Sosiologi, Usu Umiyati, S.Pd., tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman serta daya kritis murid mengenai pola hubungan sosial di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan pembelajaran tersebut, murid diajak memahami secara mendalam bahwa universalisme dan partikularisme berkaitan erat dengan cara individu maupun kelompok menerapkan nilai dan aturan dalam kehidupan sehari-hari. Universalisme dimaknai sebagai prinsip yang menempatkan aturan atau standar yang sama bagi setiap orang dalam kondisi sebanding tanpa membedakan latar belakang. Sebaliknya, partikularisme menekankan pada perlakuan khusus berdasarkan kondisi, hubungan kekerabatan, kedekatan, atau status tertentu.

Melalui pengerjaan latihan berbasis studi kasus situasi sosial, murid dituntun untuk tidak sekadar menghafal definisi tekstual, melainkan mampu menganalisis penerapannya secara objektif dan kontekstual.

Guru pembimbing Sosiologi, Usu Umiyati, S.Pd., menjelaskan bahwa pemberian latihan ini dirancang agar murid dapat menghubungkan teori-teori Sosiologi dengan fenomena nyata di lingkungan sekitar mereka.

“Murid perlu memahami perbedaan universalisme dan partikularisme melalui contoh yang dekat dengan kehidupan mereka. Dengan latihan, mereka akan lebih mudah mengenali ciri-ciri kedua konsep tersebut ketika menemukan fenomena sosial di lingkungan sekitar,” jelas Usu.

Supervisi Tiga KUA, Kasi Bimas Islam Majalengka Tekankan Profesionalisme dan Kepatuhan Regulasi

Usu menambahkan, pembiasaan berpikir kritis melalui analisis fenomena sosial sangat penting dalam membentuk sudut pandang murid yang objektif.

“Yang terpenting bukan sekadar hafal definisinya, tetapi murid mampu menganalisis sebuah situasi dan menentukan apakah di dalamnya terdapat pola universal atau partikular. Kemampuan seperti ini penting untuk memahami kehidupan sosial secara lebih kritis,” tegasnya.

Melalui pendekatan pembelajaran aktif ini, murid kelas X.6 MAN 2 Majalengka diharapkan semakin terampil membaca dan merespons berbagai dinamika serta pola hubungan sosial di masyarakat secara bijak.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Kemenag Majalengka Himbau ASN Madrasah Tunaikan Zakat Profesi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *