Berita Daerah

OSIS MAN 3 Majalengka Olah Sampah Daun Jati Menjadi Pupuk Organik

Jatiwangi (KEMENAG)– Mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat menjadi langkah nyata OSIS MAN 3 Majalengka dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan pengolahan sampah organik menjadi pupuk, para kader OSIS memanfaatkan limbah daun jati yang banyak ditemukan di lingkungan madrasah, Senin (2/11/2026).

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai tata cara pengolahan sampah organik kepada para kader. Setelah memperoleh penjelasan, peserta melanjutkan kegiatan dengan praktik langsung mengolah sampah daun jati menjadi pupuk organik. Kegiatan ini memberikan pengalaman kepada siswa untuk mengenali potensi limbah organik sekaligus mempelajari cara pengelolaannya agar memiliki nilai guna.

Pembina OSIS MAN 3 Majalengka, Maman Sudirman, S.Pd., turut mendampingi kegiatan tersebut. Melalui program ini, OSIS didorong untuk mengambil peran aktif dalam mengembangkan kepedulian lingkungan melalui kegiatan yang bersifat edukatif dan aplikatif.

Inisiatif tersebut menjadi salah satu upaya mengurangi timbulan sampah di lingkungan madrasah, khususnya sampah dedaunan yang dihasilkan dari pepohonan jati. Dengan pengolahan yang tepat, sampah organik tidak hanya dapat dikurangi, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan kembali sebagai pupuk untuk mendukung penghijauan lingkungan.

Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif OSIS yang melibatkan peserta didik secara langsung dalam kegiatan peduli lingkungan. Menurutnya, pengolahan sampah organik merupakan langkah edukatif yang dapat membangun kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan dan memanfaatkan limbah secara bijak.

Memperkuat Wawasan Global: MAN 1 Majalengka Ikuti Lokakarya dan Jemput Relawan Peace Corps Asal Amerika Serikat

“Melalui kegiatan ini, kami berharap timbulan sampah, khususnya daun jati yang banyak ditemukan di lingkungan madrasah, dapat dikurangi. Selain itu, pengolahan sampah menjadi pupuk diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan madrasah yang lebih bersih, hijau, dan asri,” ungkap Ela Nurlaela.

Lebih dari sekadar kegiatan pengolahan sampah, program ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi kader OSIS untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Para kader diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus mengajak warga madrasah untuk membiasakan pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan.

Melalui inisiatif tersebut, MAN 3 Majalengka terus mendorong keterlibatan peserta didik dalam mewujudkan lingkungan madrasah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Langkah sederhana dengan mengolah daun jati menjadi pupuk organik menjadi bukti bahwa kepedulian lingkungan dapat dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kontributor : Firman Saefatullah

Dukung Pembentukan Karakter Siswi, MAN 1 Majalengka Gelar Program Keputrian Bertema Muslim Goals

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *