Sukahaji (KEMENAG) — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 14 Majalengka menggelar kegiatan Simulasi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Majalengka di kampus MTsN 14 Majalengka pada Sabtu (05/09/2026). Kegiatan ini diselenggarakan guna memantapkan kesiapan mental dan teknis para siswa terpilih sebelum berlaga pada ajang kompetisi sains tingkat kabupaten.
Pelaksanaan simulasi berfokus pada tiga bidang mata pelajaran kompetisi, yaitu Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sebanyak sembilan peserta didik terbaik dilibatkan dalam ajang uji coba ini, yaitu:
- Matematika: Nazwa Nur Fadilla, Haura Nur Indah, dan Raisa Nur Azzijah (Kelas 8).
- IPA: Alesha Yulika Alfathunissa (Kelas 8), Kaman Danu Ibrahim, dan Rifki Hafizh Nurrahadian (Kelas 9).
- IPS: Khumairah Asyakiratunnisa Nurussilmi (Kelas 8), Anisa Febriani, dan Ainun Sri Nuraini (Kelas 9).
Kepala MTsN 14 Majalengka, Dra. Hj. Ihat Muslihat, M.Pd.I., memberikan pengarahan langsung sekaligus membakar semangat para peserta selama proses simulasi berlangsung. Ia menegaskan pentingnya pemetaan kemampuan dan evaluasi dini melalui simulasi ini.
“Simulasi ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kesiapan para siswa, baik dari segi penguasaan materi maupun ketenangan dalam menghadapi soal-soal olimpiade. Kami ingin memastikan mereka benar-benar siap berjuang dan memberikan penampilan terbaiknya kelak,” ujar Ihat Muslihat.
Sebagai tindak lanjut, pihak madrasah akan memberikan pembimbingan intensif berdasarkan catatan evaluasi hasil simulasi guna mematangkan strategi pengerjaan soal para peserta.
Melalui penyelenggaraan simulasi OMI ini, diharapkan dapat melahirkan murid-murid yang unggul, percaya diri, berdaya saing, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta mampu membawa nama baik madrasah dalam berbagai ajang kompetisi akademik. Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu pendidikan dan layanan madrasah yang berkualitas di Kabupaten Majalengka.
Kontributor: Asep M Ramdan


Komentar