Bantarujeg (KEMENAG) — Kantor Urusan Agama (KUA) Bantarujeg Kabupaten Majalengka menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan yang diikuti oleh 40 pelajar tersebut dilaksanakan pada Jumat (19/06/2026), bertempat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Alfarizi Bantarujeg, Kabupaten Majalengka. Program strategis ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen nyata Kementerian Agama dalam mengedukasi generasi muda guna mencegah pernikahan dini serta membangun fondasi keluarga yang kokoh dan berkualitas di masa depan.
BRUS sendiri merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia yang diinisiasi untuk memberikan pembinaan intensif kepada remaja. Melalui program ini, para siswa dibekali dengan pemahaman yang komprehensif mengenai pembangunan karakter, kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan yang matang, serta kesiapan mental maupun spiritual dalam membangun kehidupan berkeluarga kelak.
Apresiasi dari Pihak Sekolah
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi yang tinggi dari pihak institusi pendidikan. Kepala SMK Alfarizi Bantarujeg, Nani Sopiah, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka dan KUA Kecamatan Bantarujeg yang telah memfasilitasi pelaksanaan BRUS bagi para peserta didiknya.
“Kegiatan seperti ini sangat penting bagi para siswa karena memberikan wawasan yang tidak hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, perencanaan masa depan, dan kesiapan menghadapi tantangan kehidupan. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan mengambil manfaat sebesar-besarnya untuk bekal kehidupan mereka di masa yang akan datang,” ungkap Nani.
Remaja sebagai Aset Bangsa yang Berkarakter
Hadir secara langsung memberikan arahan dan membuka acara, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa remaja merupakan aset terbesar bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini agar memiliki ketahanan moral, mental, dan spiritual yang kokoh di tengah derasnya arus modernisasi.

Menurut Sofyan tantangan zaman yang dihadapi oleh generasi muda saat ini semakin kompleks. Oleh karena itu, pembekalan mengenai perencanaan hidup, pentingnya pendidikan, batasan pergaulan, serta pemahaman dini tentang kehidupan berkeluarga menjadi hal yang mutlak diberikan.
“Melalui kegiatan BRUS ini, kami berharap para remaja mampu membangun karakter yang kuat, memiliki cita-cita yang jelas, serta mampu mempersiapkan masa depan dengan penuh tanggung jawab. Generasi yang berkualitas akan lahir dari remaja yang memiliki ilmu, akhlak, dan perencanaan hidup yang baik,” tegas Kasi Bimas Islam.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, Mohamad Muchlisin, S.H., menambahkan bahwa BRUS merupakan bentuk ikhtiar kolektif institusi dalam mengawal tumbuh kembang generasi muda. Pembinaan yang tepat di usia sekolah dipandang menjadi penentu arah bangsa ke depan.
“Remaja hari ini adalah calon pemimpin, calon orang tua, dan penentu masa depan bangsa. Karena itu mereka perlu mendapatkan pembinaan yang tepat agar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dengan karakter yang kuat, pola pikir yang sehat, dan pemahaman yang baik tentang masa depan mereka. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh peserta,” kata Muchlisin.
Pendalaman Materi dan Penguatan Karakter
Untuk memaksimalkan output kegiatan, panitia menghadirkan para fasilitator kompeten di bidangnya. Sesi materi utama diisi oleh Puadi, S.Ag., yang merupakan Kepala KUA Kecamatan Kadipaten sekaligus Fasilitator BRUS bersertifikat. Dalam materinya mengenai Pembangunan Karakter Remaja dan Persiapan Kehidupan Berkeluarga, Puadi memaparkan bahwa masa remaja adalah fase krusial dalam menentukan arah hidup.

Puadi mengimbau para siswa agar memanfaatkan masa muda untuk terus belajar, menggali potensi diri, dan memperbanyak investasi akhlak mulia. Dirinya juga mengingatkan bahwa membangun rumah tangga yang harmonis tidak cukup hanya modal cinta, melainkan membutuhkan kesiapan yang paripurna yang meliputi aspek mental, emosional, spiritual, hingga ekonomi.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Bantarujeg, H. Ade Enan Sudrajat, S.Ag., M.Pd.I., turut hadir memberikan penguatan melalui materi tambahan bertajuk Pentingnya Menjaga Pergaulan dan Mempersiapkan Masa Depan Sejak Dini. Ia memotivasi para peserta agar menjauhi segala bentuk pergaulan bebas dan perilaku negatif yang berpotensi merusak masa depan.

“Kesuksesan tidak diraih secara instan. Masa muda adalah kesempatan terbaik untuk belajar, berkarya, dan membangun karakter. Persiapkan diri sejak sekarang agar kelak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama,” tutur Ade penuh pesan filosofis.
Komitmen Layanan dan Harapan Masa Depan
Pelaksanaan BRUS ini berlangsung dengan penuh antusias. Dinamika forum berjalan interaktif, di mana para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi pada sesi tanya jawab mengenai problemika remaja saat ini.

Melalui penyelenggaraan program BRUS yang terstruktur dan berkelanjutan ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, khususnya melalui jajaran KUA di tingkat kecamatan, meneguhkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan keagamaan dan bimbingan masyarakat. Kemenag hadir tidak hanya dalam urusan pelayanan administratif pernikahan formal semata, namun juga mengambil peran hulu dalam mengedukasi, memitigasi problem sosial, serta membimbing masyarakat sejak usia remaja.
Langkah preventif ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda Jawa Barat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga agamis, mandiri, dan siap menyongsong kehidupan berkeluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Kontributor : Pupung Purnama Giri


Komentar