Berita Daerah MAN

Menelusuri Jejak Sejarah Tatar Sunda, Murid X.7 Belajar dari Masa ke Masa

Rajagaluh (KEMENAG) Murid kelas X.7 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia yang dipandu Reni Tania Nurmala, S.Pd., dengan materi sejarah Tatar Sunda, Senin (21/9/2026). Pembelajaran tersebut menjadi kesempatan bagi murid untuk mengenal lebih dekat perjalanan sejarah dan perkembangan kehidupan masyarakat Sunda dari masa ke masa.

Dalam pembelajaran, murid memahami bahwa Tatar Sunda merupakan istilah yang merujuk pada wilayah yang secara historis menjadi ruang hidup masyarakat Sunda, khususnya di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Pembahasan sejarah Tatar Sunda tidak terlepas dari perkembangan berbagai kerajaan, seperti Tarumanagara, Galuh, dan Sunda, serta perubahan kehidupan masyarakat yang berlangsung pada masa-masa berikutnya.

Murid juga diajak memahami bahwa sejarah Tatar Sunda tidak hanya berkaitan dengan peninggalan kerajaan, tetapi mencakup perkembangan kehidupan sosial, budaya, bahasa, tradisi, serta nilai-nilai yang tumbuh dan diwariskan oleh masyarakat Sunda.

Melalui materi tersebut, murid diarahkan untuk melihat sejarah sebagai proses yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan masa kini. Pemahaman terhadap sejarah daerah diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mengenal, menghargai, dan melestarikan warisan budaya Sunda.

Reni menjelaskan bahwa pembelajaran sejarah Tatar Sunda memiliki nilai penting karena murid dapat mengenal lingkungan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Peringati Hari Santri 2026, MTsN 9 Majalengka Gelar Upacara Khidmat dan Gaungkan Peran Santri untuk Indonesia Emas

“Belajar sejarah Tatar Sunda bukan hanya mengingat nama kerajaan atau tokoh pada masa lalu. Murid perlu memahami bagaimana perjalanan sejarah membentuk kehidupan masyarakat, budaya, dan identitas Sunda yang masih dapat kita temukan hingga sekarang,” ungkap Reni.

Reni menambahkan bahwa pengenalan sejarah lokal diharapkan dapat membuat murid semakin dekat dengan akar budaya dan memiliki kepedulian terhadap warisan daerah.

“Harapannya, setelah memahami sejarah Tatar Sunda, murid semakin mengenal budayanya sendiri, menghargai peninggalan sejarah, serta memiliki kesadaran untuk ikut menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para pendahulu,” tambah Reni.

Pembelajaran tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan materi Bahasa Indonesia yang kontekstual dengan lingkungan dan budaya murid. Dengan mengenal sejarah Tatar Sunda, murid X.7 tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang masa lalu, tetapi juga diajak memahami keterkaitannya dengan kehidupan dan kebudayaan masyarakat Sunda saat ini.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Kasubag TU Ajak Pramuka MTsN 10 Majalengka Jaga Alam dan Bangun Karakter Positif

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *