Talaga (KEMENAG) — Ekstrakurikuler Patroli Keamanan Sekolah (PKS) MAN 1 Majalengka menggelar kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) keorganisasian berfokus pada pendalaman sejarah PKS bagi peserta didik kelas X. Kegiatan ini bertempat di Ruang Kelas MAN 1 Majalengka usai pelaksanaan ibadah salat Jumat, (7/8/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan apel ekstrakurikuler yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X di area madrasah. Usai apel pembukaan, seluruh calon anggota ekstrakurikuler PKS diarahkan menuju ruang kelas untuk menerima pematerian khusus. Materi mengenai sejarah, nilai-nilai dasar, serta perjalanan PKS disampaikan secara interaktif oleh senior PKS kelas XI-2, Murti Dewi.
Pembina PKS MAN 1 Majalengka, Muhammad Nurul Akhyar, S.Pd., menyampaikan bahwa pemahaman sejarah organisasi merupakan fondasi penting dalam membentuk kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan anggota muda.
“Pengetahuan tentang sejarah PKS sangat krusial agar para calon anggota tidak hanya sekadar menjalankan tugas menjaga ketertiban, tetapi juga memahami nilai perjuangan, dedikasi, serta tanggung jawab moral yang melekat pada seragam PKS,” ujar Akhyar.

Sementara itu, Murti Dewi selaku pemateri dari kelas XI-2 mengungkapkan antusiasmenya dalam membagikan ilmu dan pengalaman keorganisasian kepada para adik kelasnya.
“Kami ingin adik-adik kelas X memiliki rasa bangga dan kepemilikan terhadap PKS. Dengan mengenal sejarah pendorong lahirnya PKS, diharapkan semangat mereka untuk belajar, disiplin, dan berkontribusi bagi madrasah semakin meningkat,” ungkap Murti.
Melalui diklat keorganisasian ini, diharapkan para calon anggota PKS kelas X dapat mengenal lebih dekat sejarah dan arah perjuangan PKS. Pembekalan awal ini diproyeksikan menjadi dasar kokoh sebelum mereka terlibat langsung dalam berbagai penugasan kedisiplinan dan pengamanan di lingkungan madrasah.
Semoga pelaksanaan diklat ini dapat mencetak kader penegak disiplin yang berkarakter, bertanggung jawab, serta memberikan dampak positif terhadap siswa-siswi MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar