Berita Kemenag KUA
Beranda » Berita » Membentuk Remaja Cerdas dan Berakhlak Mulia, KUA Talaga Gulirkan BRUS di MAN 1 Majalengka

Membentuk Remaja Cerdas dan Berakhlak Mulia, KUA Talaga Gulirkan BRUS di MAN 1 Majalengka

Talaga (KEMENAG) — Kantor Urusan Agama (KUA) Talaga Kabupaten Majalengka menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) pada Jumat (19/06/2026). Kegiatan strategis yang diikuti oleh 40 siswa-siswi ini bertempat di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka. Program ini digelar secara masif sebagai langkah preventif Kementerian Agama dalam membentengi generasi muda dari pergaulan bebas, menekan angka pernikahan anak.

Regulasi dan Komitmen Kemenag Siapkan Generasi Emas

Hadir sekaligus membuka acara secara resmi, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H. Dalam arahannya yang bertajuk “Kebijakan Kementerian Agama dalam Pencegahan Pernikahan Dini dan Menyiapkan Generasi Emas 2045”, ia memaparkan aspek legalitas pernikahan berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 yang menetapkan batas usia minimal pernikahan bagi laki-laki dan perempuan adalah 19 tahun.

Menurut Sofyan, regulasi tersebut merupakan payung hukum yang dirancang demi melindungi hak anak serta menjamin kesiapan fisik dan mental sebelum memasuki bahtera rumah tangga. Ia mengingatkan bahwa siswa-siswi yang hadir saat ini merupakan calon pemimpin masa depan yang harus fokus pada pendidikan dan pengembangan diri, bukan pernikahan di usia sekolah.

“Kementerian Agama melalui program ‘Sapa Remaja’ memiliki tanggung jawab moral untuk membimbing generasi muda agar terhindar dari pergaulan bebas. Pernikahan yang dipaksakan di usia anak sering kali berujung pada perceraian karena ketidaksiapan psikologis dan ekonomi. Mari matangkan diri, raih cita-cita, dan jadilah bagian dari Generasi Emas 2045,” ujar Sofyan.

Semarak Khotmil Qur’an dan Imtihan Yayasan Irsyadul Mubtadiin: Membumikan Al-Qur’an di Desa Indrakila

KUA Goes to School: Redefinisi Peran dan Stigma

Senada dengan hal tersebut, Kepala KUA Kecamatan Talaga, Drs. H. Sihabudin, M.Ag., menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak MAN 1 Majalengka yang telah memfasilitasi jalannya kegiatan. Melalui materi “KUA Goes to School: KUA Bukan Hanya Tempat Menikah”, ia menegaskan komitmen institusinya untuk mengubah stigma publik yang selama ini menganggap KUA hanya mengurusi persoalan administratif pernikahan formal.

“KUA kini hadir lebih dekat di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah. Kami memiliki fungsi bimbingan yang luas, seperti Bimbingan Keluarga Sakinah dan Bimbingan Remaja. Kami ingin memastikan bahwa jauh sebelum anak-anak kita mendaftar menikah di masa depan, mereka sudah memiliki benteng agama yang kokoh, menghormati orang tua dan guru, serta mengisi masa muda dengan kegiatan positif yang bernilai ibadah,” tegas Sihabudin.

Kematangan Emosional dan Konsep Diri yang Sehat

Dari perspektif psikologis dan keagamaan, Fasilitator BRUS, Taufik Rahman, S.Ag., memberikan pendalaman materi bertema “Membangun Konsep Diri Remaja yang Sehat, Cerdas, dan Berakhlak Mulia”. Ia mengajak para peserta untuk mengenali potensi, kelebihan, dan kelemahan diri agar tidak mudah terjerumus dalam tren negatif lingkungan.

Marching Band Gita Nada MTsN 12 Majalengka Meriahkan Khotmil Qur’an ke-35 MDTA Irsyadul Mubtadiin

Taufik Rahman juga mengupas tuntas konsep Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dalam sudut pandang Islam, secara spesifik membedakan istilah baligh (dewasa secara biologis) dan rusyd (matang secara pikiran dan mental). Ia menekankan bahwa pernikahan dalam Islam memerlukan kematangan berpikir (rusyd) agar tujuan pembentukan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah dapat terwujud. Di sela-sela materi, dilakukan pula simulasi dan permainan interaktif untuk melatih manajemen emosi siswa dalam menolak ajakan negatif seperti tawuran, narkoba, maupun seks bebas.

Tinjauan Medis dan Perencanaan Siklus Hidup

Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, kegiatan BRUS ini juga menggandeng lintas sektor. Narasumber dari Puskesmas Talaga, Sarah Nirmala, S.Tr.Keb., memaparkan materi krusial mengenai “Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dan Bahaya Kehamilan di Usia Dini”. Secara ilmiah, ia mengedukasi peserta mengenai pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi (personal hygiene).

Sarah menjelaskan risiko medis fatal akibat kehamilan di bawah usia 20 tahun, di mana organ reproduksi perempuan belum matang sempurna. Hal tersebut rentan memicu keguguran, pendarahan hebat yang meningkatkan Angka Kematian Ibu (AKI), bayi lahir prematur, hingga risiko tinggi melahirkan anak dengan kondisi stunting (gagal tumbuh).

“Menunda usia pernikahan hingga matang secara biologis adalah langkah nyata dalam menyelamatkan nyawa ibu dan anak, serta memutus mata rantai stunting di Kabupaten Majalengka,” terang Sarah.

Perkuat Karakter Siswa, MIN 1 Majalengka Gelar Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam

Melengkapi aspek perencanaan, hadir Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Talaga, H. Yudi, yang mengusung tema “Remaja GenRe (Generasi Berencana): Rencanakan Masa Depanmu dari Sekarang!”. Ia membakar semangat para peserta dengan menggaungkan “Salam GenRe” dan menyerukan Triad KRR: Katakan Tidak pada Pernikahan Dini, Seks Pranikah, dan NAPZA.

Yudi turut menyosialisasikan standar ideal menikah versi BKKBN, yakni minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Para siswa dibimbing secara langsung untuk membuat life mapping (peta kehidupan) agar masa depan mereka terencana dengan matang sejak bangku sekolah.

Komitmen Peningkatan Layanan Keagamaan Jawa Barat

Seluruh rangkaian kegiatan BRUS di MAN 1 Majalengka ini berlangsung interaktif dan penuh antusiasme dari para siswa. Melalui sinergi bimbingan yang menyentuh aspek hukum, agama, psikologi, kesehatan, hingga perencanaan sosial ini, diharapkan para peserta mampu menginternalisasi nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

Penyelenggaraan BRUS ini sekaligus menjadi bukti komitmen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, melalui Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka dan jajaran KUA Kecamatan Talaga, untuk terus bergerak aktif di garda terdepan. Kemenag berkomitmen melahirkan inovasi layanan bimbingan masyarakat yang adaptif dan solutif.

Melalui program preventif yang menyasar institusi pendidikan ini, Kementerian Agama optimis dapat berkontribusi nyata dalam menekan problematika sosial, meningkatkan kualitas SDM keagamaan, serta melahirkan generasi muda Jawa Barat yang religius, sehat, dan berkarakter mulia.

Kontributor : Pupung Purnama Giri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *