Rajagaluh (KEMENAG) — Di sela-sela kegiatan Camp Ceria (Campcer) di Bumi Perkemahan Ciranca, Mandapala MAN 2 Majalengka memberikan materi teknik pembuatan bivak kepada anggota muda kelas X pada Sabtu–Minggu (17–18/10/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali anggota dengan pengetahuan dan keterampilan dasar bertahan di alam terbuka, sekaligus menanamkan sikap mandiri, tanggap terhadap kondisi lingkungan, dan mengutamakan keselamatan.
Kegiatan diawali dengan menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat bivak. Anggota kemudian mendapatkan penjelasan mengenai pengertian bivak, yaitu tempat perlindungan sementara yang digunakan ketika berada di alam terbuka. Materi juga mencakup jenis-jenis bivak, pemilihan lokasi yang aman, alat dan bahan yang dapat dimanfaatkan, serta tahapan pembuatan bivak dengan perlengkapan yang tersedia.
Dalam penyampaian materi, anggota diingatkan agar tidak sembarangan memilih lokasi untuk mendirikan bivak. Kondisi tanah, cuaca, potensi aliran air, dan kemungkinan bahaya di sekitar lokasi menjadi aspek penting yang harus diperhatikan sebelum membangun tempat perlindungan.
Setelah menerima penjelasan, anggota muda dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan bivak. Melalui praktik ini, anggota belajar bekerja sama, memanfaatkan perlengkapan secara efektif, serta menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh.
Fazri, salah satu anggota muda Mandapala, mengungkapkan bahwa materi bivak memberikan pengalaman baru sekaligus menambah pemahamannya mengenai keterampilan dasar di alam terbuka.
“Melalui materi dan praktik pembuatan bivak ini, saya belajar bahwa membuat tempat perlindungan di alam terbuka tidak bisa dilakukan sembarangan. Kami harus memahami cara pembuatannya, memilih lokasi yang aman, dan bekerja sama agar bivak dapat digunakan dengan baik,” ungkap Fazri saat ditemui disela-sela kegiatan Minggu (18/10/2026).
Pembina Mandapala, Yoga Prasetya Nugraha, S.T., menjelaskan bahwa pembekalan keterampilan dasar merupakan bagian penting dalam proses pembinaan anggota muda. Menurutnya, anggota pecinta alam tidak hanya perlu memiliki keberanian untuk menjelajahi alam, tetapi juga harus dibekali pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, dan kesadaran terhadap keselamatan.
“Materi bivak ini menjadi salah satu bekal dasar bagi anggota muda Mandapala. Kami berharap mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dengan benar, mempertimbangkan faktor keselamatan, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Keterampilan di alam terbuka harus diimbangi dengan rasa tanggung jawab,” tutur Yoga.
Pelaksanaan materi bivak dalam rangkaian Camp Ceria ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi anggota muda kelas X untuk mengembangkan keterampilan kepecintaalaman. Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan tersebut juga melatih komunikasi, kerja sama tim, dan kemampuan mengambil keputusan saat menghadapi kondisi di alam terbuka.
Melalui kegiatan ini, Mandapala MAN 2 Majalengka diharapkan mampu membentuk anggota muda yang terampil, mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian untuk menjaga alam sebagai bagian penting dari kegiatan kepecintaalaman.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar