Jatiwangi (KEMENAG) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Majalengka resmi mengambil langkah cerdas untuk tinggal landas menuju digitalisasi madrasah. Langkah nyata ini diwujudkan melalui implementasi media pembelajaran berbasis digital yang mulai diterapkan dalam proses belajar-mengajar di kelas, Rabu (29/07/2026).
Kegiatan pembelajaran yang berlangsung interaktif tersebut digelar di Kelas X B dan diikuti oleh seluruh siswa kelas tersebut. Pada kesempatan ini, Guru Mata Pelajaran Prakarya MAN 3 Majalengka, Siti Solihat, S.Pd., bertindak sebagai narasumber sekaligus pengajar yang memperagakan pemanfaatan teknologi modern dalam menyampaikan materi pelajaran.
Dalam sesi pembelajaran tersebut, Siti Solihat memanfaatkan berbagai perangkat dan media digital interaktif. Materi Prakarya yang biasanya didominasi teori dan panduan konvensional, kini disajikan melalui tampilan visual yang dinamis, audio-visual, serta aplikasi interaktif yang memudahkan siswa memahami konsep karya dan kewirausahaan.
Siti Solihat menjelaskan bahwa penerapan digitalisasi dalam ruang kelas bertujuan untuk menyesuaikan metode mengajar dengan karakteristik generasi muda saat ini. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif selama proses belajar mengajar.
“Inovasi digital ini bertujuan memberikan pengalaman belajar yang jauh lebih menyenangkan, fleksibel, serta sangat relate dengan kehidupan anak remaja masa kini yang merupakan bagian dari Generasi Z. Kita ingin madrasah menjadi tempat belajar yang responsif terhadap perkembangan zaman,” ungkap Siti Solihat di sela-sela kegiatan.
Melalui integrasi media digital ini, para siswa tidak hanya diajak menjadi konsumen teknologi, tetapi juga memanfaatkan sarana digital untuk mengasah kreativitas dan daya kritis. Pihak madrasah pun merencanakan program tindak lanjut berupa pengembangan kapasitas digital bagi para guru serta perluasan sarana pembelajaran berbasis teknologi di seluruh ruang kelas MAN 3 Majalengka.
Langkah inovatif yang dilakukan oleh MAN 3 Majalengka ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya pada peningkatan prestasi belajar siswa, tetapi juga terhadap kualitas layanan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka secara keseluruhan.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar