Talaga (KEMENAG) — MAN 1 Majalengka terus berkomitmen memperkuat penanaman karakter peserta didik melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Salah satu langkah konkret yang dijalankan yakni pembiasaan tadarus Al-Qur’an secara rutin selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai, seperti yang berlangsung di Kelas XII.9 pada Kamis (5/11/2026).
Kegiatan pembiasaan ini dijadwalkan secara berkala setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis mulai pukul 07.00 hingga 07.15 WIB. Pada kesempatan tersebut, Guru Fikih MAN 1 Majalengka, Wawan Abdul Gani, M.Ag., memberikan pendampingan langsung terhadap pembacaan Al-Qur’an para siswa secara mandiri sebelum memulai materi pembelajaran Fikih.
Pendampingan tersebut bertujuan untuk mendeteksi dan mengukur tingkat kemampuan serta kelancaran membaca Al-Qur’an setiap peserta didik. Seluruh hasil evaluasi pendampingan ini direkap secara tertulis untuk selanjutnya dikomunikasikan kepada Wali Kelas serta Guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadits sebagai dasar tindak lanjut pembinaan berikutnya.
Dua orang siswa Kelas XII.9 yang mendapat giliran membaca Al-Qur’an pada sesi tersebut, Mira Mardiani dan Candra Fariz Nur Alam, menyambut positif pendampingan langsung dari guru pendidik.
“Dengan dipantau langsung oleh Guru Fikih, Bapak Wawan Abdul Gani, M.Ag., kami menjadi mengetahui tingkat kemampuan baca Al-Qur’an kami. Jika ada kekeliruan tajwid atau makhraj, bisa langsung dikoreksi di tempat,” ungkap Mira dan Candra.
Melalui konsistensi pembiasaan tadarus Al-Qur’an sebelum jam pelajaran pertama ini, diharapkan dapat membentuk iklim madrasah yang religius serta menumbuhkan generasi peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedekatan spiritual dan kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an. Hal ini sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan keagamaan yang berkarakter di Kabupaten Majalengka.


Komentar