Jatiwangi (KEMENAG) — Sambutan Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dinilai memiliki kaitan erat dengan pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah. Hal itu disampaikan Maman Sudirman, S.Pd., guru PKn MAN 3 Majalengka, setelah mengikuti upacara di lapangan utama madrasah, Senin (17/8/2026).
Maman menilai pesan Menteri Agama tentang persatuan, kerukunan, integritas, dan penggunaan teknologi secara bijak dapat diterapkan langsung dalam kehidupan siswa di ruang kelas.
Dalam sambutannya, Menteri Agama mengingatkan bahwa Indonesia menjadi besar karena keberagaman dan kerukunan. Perbedaan, kata dia, tidak boleh menjadi alasan untuk bermusuhan, tetapi harus menjadi kekuatan untuk saling menguatkan.
Menurut Maman, pesan tersebut sejalan dengan pembelajaran Pendidikan Pancasila, terutama dalam mengajarkan siswa untuk menghargai perbedaan dan membangun kerja sama.
“Pembelajaran Pancasila jangan hanya berhenti pada teori. Siswa bisa mempraktikkannya melalui kerja sama, menghargai pendapat teman, bermusyawarah, dan menjaga kerukunan di kelas,” ujar Maman.
Ia juga menyoroti pesan Menteri Agama tentang integritas. Menurut Maman, nilai tersebut dapat diajarkan melalui kebiasaan sederhana, seperti jujur saat mengerjakan tugas, bertanggung jawab, dan menaati aturan sekolah.
Selain itu, Menteri Agama mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), harus diikuti dengan kebijaksanaan dan etika. Masyarakat juga perlu memperkuat literasi digital agar tidak mudah terpengaruh informasi palsu.
Maman menilai pesan tersebut sangat dekat dengan kehidupan siswa saat ini.
“Anak-anak sekarang sangat dekat dengan teknologi. Karena itu, mereka perlu belajar menggunakan teknologi secara bijak, tidak mudah percaya informasi, dan tidak menyebarkan sesuatu yang dapat merugikan orang lain,” katanya.
Menurut Maman, Pendidikan Pancasila memiliki peran penting untuk membantu siswa menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai kebangsaan.
Ia berharap pesan Menteri Agama pada peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya didengar saat upacara, tetapi juga diterapkan dalam kegiatan belajar sehari-hari.
“Semangat kemerdekaan bisa dimulai dari ruang kelas. Belajar dengan sungguh-sungguh, jujur, menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan menggunakan teknologi dengan baik adalah bagian dari mengisi kemerdekaan,” tutur Maman.
Dengan demikian, menurut Maman, pembelajaran Pendidikan Pancasila tidak sekadar mengajarkan pengetahuan tentang negara, tetapi juga membiasakan siswa menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar