Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas X.7 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran dengan mengerjakan latihan tentang pengukuran, Selasa (22/9/2026). Kegiatan yang dibimbing Nia Kurnia, S.Pd., tersebut berfokus pada pemahaman ketidakpastian pengukuran dan angka penting sebagai bagian penting dalam pembelajaran Fisika.
Dalam pembelajaran, murid diarahkan untuk memahami bahwa setiap hasil pengukuran memiliki tingkat ketidakpastian. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh keterbatasan alat ukur, ketelitian alat, maupun cara seseorang melakukan pengukuran. Oleh karena itu, hasil pengukuran tidak hanya perlu dituliskan dalam bentuk angka, tetapi juga harus memperhatikan tingkat ketelitiannya.
Selain ketidakpastian pengukuran, murid mempelajari konsep angka penting. Angka penting merupakan angka-angka yang menunjukkan tingkat ketelitian suatu hasil pengukuran. Pemahaman terhadap aturan angka penting diperlukan agar murid dapat melakukan perhitungan dan menyajikan hasil pengukuran secara tepat sesuai dengan ketelitian data yang diperoleh.
Melalui latihan soal, murid tidak hanya mengingat aturan, tetapi juga berlatih menerapkannya dalam berbagai permasalahan pengukuran. Mereka dituntut untuk mencermati data, menentukan angka penting, serta memahami bagaimana ketidakpastian dapat memengaruhi hasil pengukuran.
Nia menjelaskan bahwa latihan diberikan untuk membangun ketelitian murid dalam mengolah hasil pengukuran.
“Melalui latihan ini, murid diharapkan tidak hanya memahami konsep ketidakpastian dan angka penting secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya ketika mengolah hasil pengukuran,” ungkap Nia.
Menurutnya, ketelitian merupakan bagian penting dalam pembelajaran Fisika karena hasil pengukuran menjadi dasar dalam berbagai perhitungan dan analisis.
“Murid perlu terbiasa membaca data dengan teliti, memahami aturan angka penting, serta menyajikan hasil pengukuran sesuai tingkat ketelitiannya. Kebiasaan ini akan membantu mereka dalam menyelesaikan persoalan Fisika dengan lebih cermat,” tambah Nia.
Pembelajaran tersebut menjadi bagian dari upaya MAN 2 Majalengka dalam membiasakan murid berpikir teliti, logis, dan sistematis. Melalui latihan pengukuran, konsep Fisika tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi diterapkan dalam proses pengolahan dan analisis data.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar