Cingambul (KEMENAG) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cingambul memadukan pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri dengan program Pengantin Peduli Lingkungan (PEPELING) bagi calon pengantin di Cingambul pada Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini digelar sebagai langkah KUA dalam membekali calon pengantin untuk membangun keluarga harmonis sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Sesi bimbingan diikuti oleh pasangan calon pengantin Ilham Fazar dan Mima Rimayaniti yang berasal dari Desa Rawa. Proses Bimwin difasilitasi oleh Wiwin Winiawati, S.Pd.I., selaku Penyuluh Agama Islam sekaligus Fasilitator Bimwin. Sementara itu, pelaksanaan program PEPELING didampingi oleh Aceng Fahruroji yang juga merupakan Penyuluh Agama Islam.
Rangkaian acara diawali dengan sesi pembukaan dan perkenalan antara peserta dan fasilitator untuk menciptakan suasana yang hangat, komunikatif, serta interaktif. Setelah itu, peserta menerima pembekalan materi pranikah yang mencakup manajemen konflik, kesehatan reproduksi, pengelolaan keuangan keluarga, dan penguatan ketahanan keluarga. Pembekalan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai tanggung jawab rumah tangga serta kesiapan mental, sosial, kesehatan, dan ekonomi.

Di samping pembekalan pranikah, kegiatan diintegrasikan dengan program PEPELING. Pasangan calon pengantin menyerahkan bibit tanaman kepada pihak KUA untuk kemudian ditanam di sekitar tempat tinggal mereka. Penanaman pohon ini menjadi simbol kontribusi nyata pasangan pengantin dalam menjaga kelestarian alam sejak awal mengarungi kehidupan berkeluarga.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat Bimwin secara simbolis kepada calon pengantin sebagai tanda bukti kelulusan bimbingan.
Integrasi Bimwin Mandiri dan PEPELING ini diharapkan menjadi program berkelanjutan di Kecamatan Cingambul. Melalui inovasi layanan tersebut, KUA Cingambul berkomitmen mencetak keluarga yang harmonis, tangguh, dan bertanggung jawab, sekaligus memberikan dampak positif bagi kepedulian sosial dan lingkungan.
Kontributor: Rika Ade Rismayani


Komentar