Talaga (KEMENAG) — Memanfaatkan jeda waktu saat siswa laki-laki melaksanakan ibadah Shalat Jumat, ratusan siswi kelas X MAN 1 Majalengka mengikuti kegiatan pembinaan keputerian yang dikemas interaktif dan produktif. Mengusung tema “Kreasi Ceria Keputerian: Mengolah Minuman Segar Sederhana”, kegiatan ini digelar di area ruang kelas madrasah pada Jumat (2/10/2026).
Agenda rutin keputerian tersebut bertujuan untuk memberikan wadah kegiatan yang bernilai edukatif dan bermanfaat, sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kreativitas praktis, serta mempererat kerja sama tim di antara para peserta didik perempuan.
Pelaksanaan kegiatan dibagi secara merata ke dalam empat ruangan kelas guna memastikan seluruh siswi dari rombongan belajar (rombel) X.1 hingga X.13 dapat berpartisipasi secara optimal. Di setiap ruangan, perwakilan kelas tampil mendemonstrasikan secara langsung alat, bahan, langkah pembuatan, hingga kalkulasi anggaran biaya (budgeting) produk olahan minuman segar ekonomis di hadapan kawan-kawan sejawatnya.

Pada ruangan pertama yang dihuni kelas X.1 hingga X.3, perwakilan kelas X.1 memandu demonstrasi pembuatan kreasi Jelly Popice. Sementara di ruangan kedua (kelas X.4–X.6) dan ruangan ketiga (kelas X.7–X.9), masing-masing dipandu oleh perwakilan kelas X.4 dan kelas X.8 yang mendemonstrasikan olahan menu Es Jomblo. Adapun di ruangan keempat yang menampung kelas X.10 hingga X.13—termasuk empat orang siswi dari kelas atlet di kelas X.13—giliran kelas X.10 yang mempraktikkan pembuatan Susu Jeli Mangga.
Narasumber kegiatan, Hilda Salsabila,S.Pd menyampaikan bahwa kemandirian dan jiwa wirausaha perlu dipupuk sejak dini melalui praktik-praktik sederhana namun aplikatif. Menurutnya, pemahaman mengenai proses produksi hingga perencanaan anggaran biaya merupakan modal awal yang sangat bernilai bagi para siswi.
“Melalui praktik langsung ini, para siswi tidak hanya belajar berkreasi membuat produk kuliner yang segar dan ekonomis, tetapi juga dilatih memahami analisis biaya dasar serta keberanian tampil mempresentasikan karyanya di hadapan publik,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, pihak madrasah merencanakan penguatan program keputerian berkala dengan beragam tema keterampilan praktis lainnya yang berpotensi melahirkan ide-ide usaha mandiri bagi para peserta didik.
Melalui penyelenggaraan kegiatan positif ini, diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembinaan karakter siswa di lingkungan madrasah, serta mendukung terwujudnya layanan pendidikan Kementerian Agama yang holistik, kreatif, dan berdaya saing.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar