Sidangkasih (KEMENAG) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., membuka Perkemahan Penggalang dan Lomba Tingkat 1 (LT-1) Pangkalan MTs Negeri 6 Majalengka di Bumi Perkemahan Sidangkasih, Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 22 Oktober 2026 ini diikuti 290 siswa untuk mengasah keterampilan kepramukaan sekaligus membentuk karakter disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Sebanyak 290 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri atas 120 penggalang ramu, 70 penggalang rakit, dan 100 anggota Dewan Kerja Penggalang yang menjalankan peran sebagai penggalang terap.
Dalam kesempatan tersebut, Euis Damayanti memberikan motivasi kepada para peserta agar berani mengenali potensi diri, terus mengembangkan kemampuan, dan tidak membatasi cita-cita hanya karena mengikuti standar orang lain. Euis menekankan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang unggul dengan caranya masing-masing.
“Setiap orang berhak memilih dan memperjuangkan versi terbaiknya. Kalian semuanya bisa menjadi pemimpin yang hebat. Jadilah versi terbaik dari diri kalian,” tegas Euis di hadapan para peserta.
Pesan tersebut mengajak para anggota Pramuka untuk memandang keberhasilan sebagai proses yang perlu diperjuangkan melalui kemauan belajar, keberanian mencoba, dan ketekunan mengasah keterampilan. Menurutnya peserta didik tidak perlu merasa harus menjadi sama dengan orang lain. Mereka justru perlu mengenali kelebihan diri dan terus memperbaiki kekurangan agar dapat berkembang secara optimal.
Euis juga mengingatkan bahwa menjalani kehidupan yang tidak biasa bukan berarti harus terkenal atau memiliki kekayaan. Makna yang lebih penting terletak pada kemampuan seseorang memberikan manfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitarnya.
Karena itu, Euis mendorong peserta agar tidak cepat puas dengan kemampuan yang dimiliki saat ini. Keterampilan yang diperoleh selama perkemahan perlu terus dilatih, sedangkan pengalaman bekerja dalam regu dapat menjadi bekal untuk membangun kepedulian, menghargai perbedaan, dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Trisatya dan Dasadarma Pramuka yang menjadi pedoman bagi setiap anggota Pramuka. Melalui pengamalan nilai-nilai itu, peserta diharapkan mampu menerapkan sikap disiplin, kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat gotong royong, baik selama mengikuti kegiatan maupun ketika kembali ke lingkungan madrasah, keluarga, dan masyarakat.
Selama tiga hari, para peserta mengikuti beragam kegiatan perkemahan dan perlombaan keterampilan kepramukaan. Berbagai aktivitas tersebut dirancang untuk melatih kedisiplinan, membangun kemandirian, memperkuat kerja sama antarpeserta, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan Lomba Tingkat 1 juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengukur keterampilan, meningkatkan kekompakan regu, serta belajar menerima hasil perlombaan dengan sportif. Setiap tantangan menjadi kesempatan untuk memahami pentingnya persiapan, ketekunan, dan kerja sama dalam mencapai tujuan.
Melalui kegiatan yang berlangsung hingga 22 Oktober tersebut, para peserta diharapkan membawa pulang pengalaman yang bermakna, keterampilan yang semakin terasah, serta semangat untuk terus berkembang. Pesan Kepala Kemenag Majalengka menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang pelajar bukan semata-mata diukur dari prestasi yang diraih, melainkan juga dari karakter yang dibangun dan manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.
Kontributor: D.Win


Komentar