Jatiwangi (Kemenag) — Kepala MTsN 2 Majalengka, Agus Shaleh Yahya, S.Ag., M.Pd.I., menjadi pembina Upacara Bendera di lapangan madrasah, Senin (21/9/2026). Dalam amanatnya, ia menyampaikan dua program besar yang menjadi perhatian bersama pada tahun ajaran 2026/2027, yakni Madrasah Adiwiyata dan Madrasah Pramuka.
Agus mengajak seluruh keluarga besar MTsN 2 Majalengka untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan kedua program tersebut. Menurutnya, keberhasilan program madrasah membutuhkan keterlibatan seluruh warga madrasah, bukan hanya pihak-pihak tertentu.
Program pertama yang disampaikan adalah Madrasah Adiwiyata. Agus menjelaskan, program tersebut menjadi bagian dari upaya MTsN 2 Majalengka membangun budaya peduli lingkungan sekaligus meningkatkan citra positif madrasah.
“Madrasah Adiwiyata bukan hanya tentang mendapatkan penghargaan, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita mengubah pola pikir dan membangun kebiasaan bahwa menjaga kebersihan merupakan kewajiban kita bersama.” ujar Agus.
Ia menjelaskan, persiapan Madrasah Adiwiyata akan mulai dilakukan sejak semester ganjil, sedangkan penilaian direncanakan berlangsung pada semester genap. Karena itu, seluruh warga madrasah diminta mulai membiasakan perilaku yang mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan terawat, baik di dalam kelas maupun lingkungan sekitar madrasah.
Salah satu kebiasaan yang akan diperkuat adalah mengurangi penggunaan minuman dalam kemasan. Siswa nantinya diwajibkan membawa tempat minum atau tumbler dari rumah sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah plastik di lingkungan madrasah.
“Mulai sekarang kita sosialisasikan. Pada awal semester dua nanti akan diberlakukan kebijakan untuk meminimalisasi, bahkan tidak memperbolehkan penggunaan tempat minum berkemasan. Anak-anak wajib membawa alat minum sendiri dari rumah,” jelasnya.
Program kedua yang disampaikan adalah penguatan identitas MTsN 2 Majalengka sebagai Madrasah Pramuka. Agus mengatakan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka agar setiap madrasah memiliki prestasi atau keunggulan yang menjadi ciri khasnya.
Berdasarkan evaluasi prestasi yang telah diraih MTsN 2 Majalengka, Pramuka menjadi salah satu bidang yang banyak memberikan kontribusi prestasi dan mengharumkan nama madrasah. Karena itu, penguatan Pramuka akan menjadi salah satu program yang dikembangkan.
“Setelah dievaluasi, salah satu bidang yang banyak menorehkan prestasi dan mengharumkan nama MTsN 2 Majalengka adalah Pramuka. Karena itu, kita ingin MTsN 2 Majalengka dijadikan Madrasah Pramuka,” ungkap Agus.
Sebagai bagian dari persiapan tersebut, ia menyampaikan bahwa setiap hari Jumat seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa diwajibkan mengenakan seragam Pramuka lengkap. Selain itu, setiap tanggal 14 yang diperingati sebagai Hari Pramuka, seluruh warga madrasah juga akan mengenakan seragam Pramuka lengkap.
Agus menegaskan, ketentuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun identitas Madrasah Pramuka di MTsN 2 Majalengka. Pengembangan program selanjutnya akan dipersiapkan oleh pembina gugus depan dan pembina Pramuka sebelum nantinya dilakukan pengukuhan sebagai Madrasah Pramuka oleh pejabat yang berwenang.
Melalui dua program tersebut, MTsN 2 Majalengka berupaya membangun budaya madrasah yang peduli terhadap lingkungan sekaligus memperkuat keunggulan di bidang kepramukaan. Agus berharap seluruh warga madrasah dapat menjalankan peran masing-masing sehingga kedua program tersebut dapat berjalan secara konsisten dan memberikan dampak positif bagi madrasah.
Menutup amanatnya, Agus juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus OSIS yang telah bertugas dalam pelaksanaan upacara bendera. Ia mengajak seluruh warga madrasah untuk bersama-sama mendukung program yang telah dicanangkan demi kemajuan MTsN 2 Majalengka.
Kontributor : Rika Gayatri


Komentar