Majalengka (KEMENAG) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., menghadiri langsung kegiatan Imtihan dan Hubbul Qur’an yang diselenggarakan oleh RA Fitriyah Majalengka, Rabu (10/5/2026). Acara tersebut berlangsung selama dua hari, yakni pada Rabu hingga Kamis, 10–11 Juni 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Langkah Kecil Menuju Dunia Besar” ini berjalan meriah sekaligus penuh haru. Dalam momentum tersebut, para peserta didik menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam membaca Al-Qur’an secara fasih menggunakan metode Ummi.
Dalam sambutannya, Euis Damayanti—yang hadir didampingi pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Majalengka—menyampaikan ucapan selamat atas capaian luar biasa yang telah diraih oleh seluruh peserta didik. Ia mengaku bangga sekaligus terharu melihat anak-anak usia dini yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga menunjukkan karakter akhlak yang saleh dan salehah.

“Saya merasa iri dalam arti positif kepada para orang tua yang memiliki anak-anak dengan kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik melalui metode Ummi. Ini adalah kebanggaan yang luar biasa,” ungkap Euis.
Secara khusus, Kepala Kantor Kemenag juga menyampaikan apresiasi yang mendalam serta terima kasih kepada kepala madrasah dan para guru RA Fitriyah. Menurutnya, dedikasi, kecintaan, dan ketulusan dalam mendidik anak-anak sejak usia dini merupakan fondasi utama keberhasilan ini.
Lebih lanjut, Euis menaruh harapan besar agar RA Fitriyah dapat menjadi motor penggerak atau pionir dalam pengembangan pembelajaran Al-Qur’an, khususnya dalam penerapan metode Ummi. Ia menekankan pentingnya meluaskan pemanfaatan metode tersebut ke lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini lainnya di wilayah Majalengka.

“Fitriyah harus menjadi pionir. Metode Ummi jangan hanya di Fitriyah, tetapi harus bisa menyebar dan diterapkan di RA atau madrasah lainnya,” tegasnya.
Mengakhiri arahannya, Euis berharap melalui kegiatan religius ini, lembaga pendidikan mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul, berkarakter mulia, serta memiliki kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an.
“Semoga anak-anak kita menjadi generasi unggul yang cinta Al-Qur’an dan mampu meraih masa depan yang gemilang,” pungkasnya.
Kontributor : Taupik Hidayat


Komentar