Berita Daerah KUA

Kemenag Majalengka Dorong Optimalisasi Layanan KUA Lewat Monev dan Inovasi Digital

Rajagaluh (KEMENAG) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) bagi tiga Kantor Urusan Agama (KUA), yakni KUA Rajagaluh, KUA Leuwimunding, dan KUA Palasah, pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang bertempat di Kantor KUA Rajagaluh tersebut ditujukan untuk membinan kinerja pegawai, mengevaluasi pelaksanaan tugas dan fungsi, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

Hadir mewakili Kepala Kemenag Kabupaten Majalengka, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Sofyan Firdaus, S.H., M.H., menyampaikan sejumlah arahan strategis terkait kedisiplinan, penguatan layanan keagamaan, hingga pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Sofyan menekankan pentingnya pembinaan khusus melalui Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI), terutama untuk jajaran penghulu muda demi menunjang profesionalisme kerja.

“Pembinaan ini diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri, profesionalisme, serta ketelitian dalam menjalankan tugas sehingga kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan dapat diminimalkan,” ujar Sofyan Firdaus.

Ia juga menegaskan agar seluruh pegawai secara konsisten membenahi kinerja dan memperluas jangkauan penyuluhan keagamaan di tengah masyarakat.

Wakamad Humas MAN 1 Majalengka Hadiri Apel Gabungan Pimpinan Satker Kemenag

“Seluruh pegawai agar terus memperbaiki kinerja dan meningkatkan kualitas penyuluhan agama Islam di majelis taklim. Kegiatan penyuluhan perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Selain pembinaan konvensional, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu poin krusial yang didorong oleh Kemenag Majalengka. Menurut Sofyan, pelaksanaan siaran langsung melalui platform digital seperti TikTok Live di lingkungan KUA dinilai efektif dan menjadi sarana yang sangat baik untuk menyampaikan informasi serta pesan-pesan keagamaan kepada publik secara luas.

Guna mendukung kenyamanan kerja dan mutu pelayanan, pihak KUA turut didorong untuk mengajukan usulan pembangunan gedung kantor baru. Di sisi lain, terkait aspek penataan SDM, Sofyan memberikan tanggapan atas pertanyaan peserta diskusi mengenai peluang perpindahan jabatan dari penyuluh agama Islam menjadi penghulu.

Sofyan menjelaskan bahwa perpindahan jabatan tersebut dapat dipertimbangkan setelah masa kontrak berakhir, tentunya dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku serta kebutuhan organisasi. Ia mengungkapkan bahwa keberadaan tenaga penghulu saat ini masih sangat dibutuhkan di wilayah Kabupaten Majalengka.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula beberapa agenda penting Kemenag, di antaranya penyesuaian jadwal Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang digeser dari 22 Oktober 2026 menjadi 23 Oktober 2026 dengan ketentuan pakaian koko putih dan bawahan sarung, pelaksanaan upacara pukul 06.30 WIB, serta agenda Fahmi Umi pada Rabu (21/10/2026). Selain itu, agenda silaturahmi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dijadwalkan pada 30 Oktober 2026 di Pangandaran dan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) pada 7 November 2026 di Sumedang.

32 Tahun Mengabdi, Euis Nurkomala Jadi Teladan Pendidik di MIN 2 Majalengka

Melalui pelaksanaan monev ini, Kemenag Kabupaten Majalengka berharap seluruh KUA semakin meningkatkan kedisiplinan, inovasi pelayanan, serta kualitas penyuluhan keagamaan. Momentum ini sekaligus menjadi pendorong dalam memperkuat koordinasi dan sinergi antar-KUA guna mewujudkan pelayanan keagamaan yang optimal, responsif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kontributor: Abdulah Umar

Kemenag Majalengka Laksanakan Monitoring dan Evaluasi di Tiga KUA, Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Masyarakat

Rajagaluh (KEMENAG) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap tiga Kantor Urusan Agama (KUA), yakni KUA Rajagaluh, KUA Leuwimunding, dan KUA Palasah, pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan tersebut bertempat di Kantor KUA Rajagaluh.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas serta fungsi KUA, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

MAN 1 dan KUA Jatiwangi Perkuat Kolaborasi Perluas Objek Liputan

Dalam sambutannya, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kabupaten Majalengka, Sofyan Firdaus, S.H., M.H., yang hadir mewakili Kepala Kemenag Kabupaten Majalengka, menyampaikan sejumlah arahan penting terkait kedisiplinan, peningkatan kinerja, pengembangan kompetensi, dan penguatan layanan keagamaan.

Sofyan menyampaikan beberapa informasi agenda kegiatan, di antaranya pelaksanaan Hari Santri Nasional (HSN) yang dijadwalkan pada 22 Oktober 2026 diundur menjadi 23 Oktober 2026, kehadiran dalam upacara pukul 06.30 WIB, serta kegiatan Fahmi Umi pada Rabu (21/10/2026). Ia juga mengingatkan ketentuan pakaian dalam peringatan HSN secara serempak, yakni mengenakan koko putih dengan bawahan sarung.

Selain itu, disampaikan agenda kegiatan silaturahmi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 30 Oktober 2026 di Pangandaran dan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) pada 7 November 2026 di Sumedang. Berbagai kegiatan latihan dan peningkatan kompetensi juga menjadi perhatian dalam pembinaan tersebut.

Dalam aspek pengembangan sumber daya manusia, Sofyan menekankan pentingnya pembinaan khusus melalui Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI), terutama bagi para penghulu muda. Pembinaan ini diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri, profesionalisme, serta ketelitian dalam menjalankan tugas sehingga kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan dapat diminimalkan.

Ia juga mengingatkan seluruh pegawai untuk terus memperbaiki kinerja dan meningkatkan kualitas penyuluhan agama Islam di majelis taklim. Menurutnya, kegiatan penyuluhan perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat.

Pemanfaatan teknologi digital turut menjadi perhatian. Pelaksanaan siaran langsung melalui TikTok atau TikTok Live di lingkungan KUA didorong untuk terus ditingkatkan karena dinilai menjadi sarana yang baik untuk menyampaikan informasi dan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat secara lebih luas.

Terkait sarana dan prasarana, KUA juga didorong untuk mengajukan usulan pembangunan gedung kantor baru sebagai bagian dari upaya mendukung kenyamanan kerja pegawai dan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sesi diskusi, muncul pertanyaan mengenai kemungkinan perpindahan jabatan dari penyuluh agama Islam menjadi penghulu. Menanggapi hal tersebut, disampaikan bahwa perpindahan jabatan dapat dipertimbangkan setelah masa kontrak berakhir, dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku serta kebutuhan organisasi. Dalam kesempatan itu juga ditegaskan bahwa tenaga penghulu masih sangat dibutuhkan di Kabupaten Majalengka.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Kemenag Kabupaten Majalengka berharap seluruh KUA dapat semakin meningkatkan kedisiplinan, profesionalisme, inovasi pelayanan, serta kualitas pembinaan dan penyuluhan keagamaan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antar-KUA dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang optimal, responsif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kontributor : Abdulah Umar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *