Jatiwangi (KEMENAG) — Sebanyak 18 cerita rakyat dan kisah asal-usul desa di Kabupaten Majalengka berhasil terdokumentasikan secara resmi melalui peluncuran buku Antologi Mozaik Sejarah Lokal Majalengka. Agenda refleksi serta penyerahan buku hasil Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal tersebut digelar di Aula Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Majalengka pada Senin (7/9/2026).
Pelaksanaan kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Majalengka ini bertujuan untuk memberikan apresiasi atas tuntasnya proses kreatif para peserta. Dari 50 peserta Bimtek yang diberi pelatihan menggali dan menuangkan potensi budaya, sebanyak 18 penulis berhasil menyelesaikan naskah hingga tahap penerbitan buku.

Pencapaian ini menjadi momen membanggakan bagi lingkungan madrasah. Pasalnya, dari 18 penulis yang karyanya diterbitkan, delapan orang di antaranya merupakan pendidik di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka. Bahkan, empat guru berasal dari MTsN 10 Majalengka, yakni Dian Erlina Dianawati, S.S., M.Pd., H. Dede Arief Rohaedi, S.Pd., M.M., Nana Ratna Wijaya, S.S. Gr., dan Hj. Enung Nurhasanah, S.Pd. Sementara empat guru lainnya berasal dari MTsN 6 Majalengka, MTs Putri PUI Talaga, MTs Al-Ma’arif, dan MTsN 8 Majalengka.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Majalengka, Drs. H. Ono Haryono, M.P., mengapresiasi tinggi dedikasi para penulis. Pihaknya menilai bahwa dokumentasi cerita rakyat dan sejarah desa sangat penting sebagai identitas daerah serta sumber pengetahuan yang berharga bagi generasi mendatang. Hal senada disampaikan Ketua Pelaksana kegiatan, Irma Agustini Pratiwi, S.Pd., M.Pd., yang menegaskan keberhasilan terbitnya buku ini sebagai bukti nyata dampak positif Bimtek.
Kepala MTsN 10 Majalengka, H. Dadang, M.Pd.I., turut memberikan tanggapan penuh rasa bangga atas kontribusi nyata para tenaga pendidiknya dalam bidang literasi kebudayaan.
”Menulis tentang budaya dan sejarah lokal berarti ikut menjaga identitas daerah. Kami sangat mengapresiasi para penulis, khususnya guru-guru dari MTsN 10 Majalengka, yang telah mengabadikan cerita-cerita lokal Majalengka dalam sebuah buku. Semoga karya ini menjadi pemantik semangat untuk terus melahirkan karya-karya berkelas berikutnya,” tutur Dadang.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh salah seorang penulis sekaligus guru MTsN 10 Majalengka, Dian, usai menerima penyerahan buku secara simbolis. ”Menulis cerita lokal bukan sekadar merangkai kata, tetapi juga menggali kembali ingatan, sejarah, nilai, dan kearifan yang hidup di tengah masyarakat. Buku ini menjadi salah satu cara agar cerita-cerita tersebut tetap hidup dan dapat dikenalkan kepada generasi berikutnya,” ungkap Dian.
Melalui penyerahan karya Antologi Mozaik Sejarah Lokal Majalengka ini, MTsN 10 Majalengka berharap semangat literasi berbasis kearifan lokal dapat terus bertumbuh dan memberikan inspirasi luas bagi seluruh warga madrasah serta masyarakat Kabupaten Majalengka.
Kontributor : Dian Erlina Dianawati


Komentar