Berita Daerah MAN

Hangat Api Unggun, Semarak Batik Nusantara Kontingen MAN 3 Majalengka di Raimuna Jatiwangi

Jatiwangi (KEMENAG) — Api unggun menyala di tengah malam, tetapi suasana di Bumi Perkemahan (Buper) Mekarsari, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, justru semakin hangat. Sabtu (15/8/2026), kontingen MAN 3 Majalengka ikut menghidupkan Malam Batik Nusantara dalam rangkaian Raimuna Kwartir Ranting (Kwarran) Jatiwangi 2026.

Malam itu, ratusan anggota Pramuka penegak dan pembina dari berbagai gugus depan se-Kecamatan Jatiwangi berkumpul mengikuti kegiatan. Setelah prosesi penyalaan api unggun ceria, suasana berubah semakin semarak ketika anggota kontingen MAN 3 Majalengka tampil mengenakan beragam busana bermotif batik Nusantara.

Di bawah cahaya api unggun, corak dan warna batik yang dikenakan para peserta menjadi pemandangan tersendiri. Mereka memperagakan busana dengan penuh percaya diri di hadapan peserta perkemahan. Tidak sekadar tampil, para siswa membawa pesan tentang kekayaan budaya Indonesia yang dapat dikenalkan melalui cara yang sederhana dan menyenangkan.

Bagi kontingen MAN 3 Majalengka, Malam Batik Nusantara menjadi pengalaman yang berbeda. Kegiatan kepramukaan yang biasanya identik dengan perkemahan, baris-berbaris, dan kegiatan di alam terbuka malam itu berpadu dengan seni serta budaya Nusantara.

Salah satu anggota kontingen MAN 3 Majalengka, Jauza Desfira Khumairah, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Menurutnya, perpaduan api unggun dan busana batik membuat suasana malam perkemahan terasa lebih berkesan.

Peringati Hari Santri 2026, MTsN 9 Majalengka Gelar Upacara Khidmat dan Gaungkan Peran Santri untuk Indonesia Emas

“Kami ingin mengenalkan dan mengingatkan kembali kepada sesama generasi muda bahwa batik Nusantara adalah heritage atau warisan budaya Indonesia yang wajib kita jaga dan banggakan,” ujar Jauza di sela-sela kegiatan.

Bagi para peserta, batik bukan hanya kain dengan beragam motif. Di dalamnya terdapat cerita, kreativitas, dan kekayaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, mengenakan batik dalam sebuah kegiatan Pramuka menjadi salah satu cara sederhana untuk menunjukkan rasa bangga terhadap budaya bangsa.

Malam itu pun menjadi ruang perjumpaan antarpeserta. Sambil menikmati suasana api unggun, mereka dapat saling mengenal, menyaksikan penampilan, dan menikmati keberagaman busana yang dibawa oleh masing-masing peserta.

Partisipasi MAN 3 Majalengka dalam Malam Batik Nusantara sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan Pramuka dapat menjadi ruang belajar yang tidak selalu berlangsung di dalam kelas. Dari sebuah perkemahan, siswa belajar tentang kebersamaan, keberanian tampil, sekaligus mengenal dan menghargai warisan budaya.

Di bawah langit malam Buper Mekarsari, api unggun perlahan menjadi latar bagi warna-warni batik yang dikenakan para siswa. Dari sana, sebuah pesan sederhana mengemuka: budaya akan tetap hidup ketika generasi mudanya mau mengenal, mengenakan, mencintai, dan menceritakannya kembali.

Kasubag TU Ajak Pramuka MTsN 10 Majalengka Jaga Alam dan Bangun Karakter Positif

Kontributor : Firman Saefatullah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *