Berita Daerah MAN

Gunakan Kertas Saat Ulangan Geografi, MAN 1 Majalengka Tekankan Kejujuran di Era Digital

TALAGA (KEMENAG) — Pembelajaran Geografi di kelas XI-8 MAN 1 Majalengka memadukan pemanfaatan teknologi digital dengan penguatan nilai kejujuran melaui pelaksanaan Ulangan Harian Geografi ke-2 berbasis kertas pada Selasa (29/09/2026). Langkah tersebut diambil guna menciptakan iklim evaluasi pembelajaran yang objektif, jujur, serta terukur di tengah masifnya penggunaan kecerdasan artifisial (AI) dalam dunia pendidikan.

Pelaksanaan ujian materi Potensi Sumber Daya Alam Indonesia yang berlangsung pada pukul 07.00 hingga 09.30 WIB tersebut menerapkan pengawasan yang ketat. Seluruh perangkat telepon seluler (HP) dan tas milik 33 siswa kelas XI-8 dikumpulkan di bagian depan kelas, sementara soal ujian ditampilkan melalui proyektor.

Guru Geografi MAN 1 Majalengka, Muhammad Rivki Pratama, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa integrasi teknologi digital dan AI sangat penting dalam interaksi belajar harian. Namun, untuk tahap evaluasi, metode berbasis kertas dinilai masih sangat efektif guna mengukur ketuntasan belajar siswa secara aktual.

“Di era digitalisasi madrasah, pemanfaatan teknologi memang vital. Namun saat evaluasi menggunakan HP, celah penyalahgunaan seperti mengakses mesin pencari atau AI masih terbuka. Penggunaan kertas disertai pengawasan terukur menjadi instrumen efektif untuk menjaga integritas serta memetakan pemahaman siswa yang sebenarnya,” tegas Rivki.

Dari hasil evaluasi langsung tersebut, tercatat 15 siswa berhasil mencapai nilai di atas Kelompok Ketuntasan Minimal (KKM) 75, dengan capaian nilai tertinggi 100 yang diraih oleh Nayla Fadhilata Aulia. Sementara itu, 18 siswa lainnya dijadwalkan mengikuti program remedial pada pertemuan mendatang sebagai bentuk tindak lanjut pengayaan materi.

Peringati Hari Santri 2026, MTsN 9 Majalengka Gelar Upacara Khidmat dan Gaungkan Peran Santri untuk Indonesia Emas

Metode penataan ruang ujian ini mendapat respon positif dari peserta didik. Fakhri Iman, siswa kelas XI-8, mengaku skema tersebut mendorong kemandirian berpikir selama tes berlangsung.

“Mengoperasikan ujian tanpa HP membuat kami jauh lebih fokus dan murni mengandalkan daya ingat serta pemahaman materi yang telah dipelajari. Hasil ini menjadi tolak ukur nyata bagi kami untuk menambal kekurangan materi yang belum dikuasai,” ujar Fakhri.

Langkah inovatif yang memadukan fleksibilitas media digital harian dengan evaluasi berbasis kejujuran ini diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas mutu pendidikan madrasah. Pemanfaatan AI dan teknologi digital sejatinya diposisikan sebagai akselerator kreativitas, tanpa mengikis integritas moral serta kemampuan berpikir kritis peserta didik.

“Harapan saya, anak-anak tidak hanya mengejar nilai, tetapi benar-benar memahami materi dan memiliki kejujuran dalam proses belajar. Teknologi dan AI akan terus berkembang untuk hal positif, namun integritas, tanggung jawab, dan kemandirian belajar harus tetap menjadi fondasi utama. Semoga langkah evaluasi ini berimplikasi positif terhadap peningkatan mutu layanan pembelajaran di MAN 1 Majalengka,” pungkas Rivki.

Kontributor : Wawan Abdul Gani

Kasubag TU Ajak Pramuka MTsN 10 Majalengka Jaga Alam dan Bangun Karakter Positif

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *