Berita Daerah MAN

Eksplisit Ingatkan Bahaya Judi lewat QS Al-Ma’idah, SIS MAN 2 Majalengka Bentuk Karakter Murid

Rajagaluh (KEMENAG) — Kegiatan rutin Syiar Islam Siswa (SIS) di MAN 2 Majalengka kembali dilaksanakan dengan sukses atas kolaborasi organisasi DKM dan murid kelas XI-5 pada Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana strategis bagi murid untuk meningkatkan pemahaman keislaman sekaligus membangun kesadaran agar menjauhi perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama.

Dalam kesempatan tersebut, Alwi menyampaikan materi tausiah yang berfokus pada larangan berjudi sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 90–91. Ia mengingatkan bahwa judi atau maisir merupakan perbuatan yang dilarang keras dalam Islam dan termasuk perbuatan keji yang berasal dari godaan setan.

“Berhentilah bermain judi. Judi merupakan perbuatan najis yang hanya dilakukan oleh setan,” tegas Alwi di hadapan para peserta.

Alwi memaparkan bahwa Surah Al-Ma’idah ayat 91 secara rinci memperingatkan bahaya setan yang senantiasa berupaya menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara manusia melalui khamr dan perjudian. Selain merusak hubungan sosial, judi menjadi penghalang utama seseorang dalam mengingat Allah SWT serta melaksanakan ibadah salat. Oleh karena itu, umat Islam diperintahkan untuk tegas menjauhi perbuatan tersebut agar kehidupan tetap berada dalam ketaatan.

Lebih lanjut, tausiah tersebut mengajak para murid untuk lebih bijak dalam mengelola waktu dan memilih lingkungan pergaulan. Murid diharapkan mampu mengisi masa muda dengan aktivitas positif, seperti belajar, aktif berorganisasi, memperbanyak ibadah, serta konsisten mengikuti kegiatan keagamaan yang dapat membentuk karakter unggul dan memperkuat keimanan.

Supervisi Tiga KUA, Kasi Bimas Islam Majalengka Tekankan Profesionalisme dan Kepatuhan Regulasi

Melalui penyelenggaraan SIS ini, pihak sekolah berharap murid mampu mengenali secara jeli berbagai bentuk perilaku yang dilarang agama serta memiliki keteguhan sikap untuk menjauhinya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan tausiah yang disampaikan, para murid diharapkan semakin memahami dampak buruk judi dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun praktik perjudian dalam bentuk apa pun. Kegiatan SIS pun diharapkan terus konsisten menjadi ruang pembinaan keagamaan yang mendorong murid untuk meningkatkan keimanan, memperkuat akhlak mulia, serta memilih aktivitas yang bermanfaat bagi masa depan.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *