Berita Daerah MAN

Boy-Boyan Hidupkan Pembelajaran PJOK, MAN 3 Majalengka Tanamkan Sportivitas dan Cinta Budaya

Jatiwangi (KEMENAG) — Tawa dan semangat kompetisi mewarnai pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di MAN 3 Majalengka saat siswa memainkan boy-boyan, Kamis (15/10/2026). Permainan tradisional ini tidak sekadar mengajak siswa bergerak aktif, tetapi juga melatih kerja sama, ketangkasan, strategi, dan sportivitas.

Dalam permainan tersebut, siswa dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok bertugas merobohkan susunan kepingan genting atau benda sejenis menggunakan bola, sedangkan kelompok lainnya berusaha menyusun kembali kepingan tersebut sambil menghindari lemparan lawan.

Dinamika permainan menuntut siswa bergerak cepat, berkomunikasi, dan menyusun strategi bersama. Ketepatan melempar, kelincahan menghindar, serta koordinasi antarpemain menjadi bagian dari keterampilan yang diasah selama pembelajaran berlangsung.

Guru PJOK MAN 3 Majalengka menilai permainan tradisional dapat menjadi alternatif pembelajaran olahraga yang menyenangkan sekaligus mendidik.

“Melalui boy-boyan, siswa belajar bahwa olahraga bukan hanya tentang kemampuan fisik, tetapi juga kerja sama, kedisiplinan, kejujuran, dan sportivitas. Mereka harus memahami aturan, menyusun strategi, serta menghargai teman dan lawan,” ujarnya.

Peringati Hari Santri 2026, MTsN 9 Majalengka Gelar Upacara Khidmat dan Gaungkan Peran Santri untuk Indonesia Emas

Selain mendukung aktivitas fisik, permainan ini menjadi sarana mengenalkan kembali kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda. Di tengah perkembangan olahraga modern dan aktivitas digital, siswa memperoleh kesempatan untuk mengalami langsung permainan tradisional yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat.

Pembelajaran boy-boyan juga mengintegrasikan keterampilan sosial dan nilai karakter. Siswa belajar menerima kemenangan maupun kekalahan, menyelesaikan tantangan bersama, serta bertanggung jawab terhadap peran masing-masing dalam kelompok.

“Harapannya, siswa tidak hanya menikmati permainannya, tetapi juga mengenal dan ikut melestarikan permainan tradisional. Budaya akan tetap hidup jika generasi muda mau mempraktikkan dan mewariskannya,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, MAN 3 Majalengka menghadirkan pembelajaran PJOK yang variatif dan kontekstual. Permainan boy-boyan menjadi contoh bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari kegiatan sederhana di madrasah, sekaligus mendukung kebugaran jasmani dan pembentukan karakter peserta didik.

Kontributor: Firman Saefatullah

Kasubag TU Ajak Pramuka MTsN 10 Majalengka Jaga Alam dan Bangun Karakter Positif

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *