Majalengka (KEMENAG) Masa remaja, khususnya pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), merupakan fase krusial bagi perkembangan anak. Rasa ingin tahu yang tinggi pada usia ini menuntut adanya arahan dan bimbingan yang tepat agar mereka tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang salah, melainkan fokus pada hal-hal positif.
Menyikapi fenomena tersebut, penyuluh agama Kristen, Dr. Nehemia P. Pasaribu, M.Th., menyelenggarakan kegiatan bimbingan bagi remaja usia sekolah tingkat SMP. Kegiatan edukatif yang mengusung tema “Lupakan Masa Lalu, Tatap Masa Depan” ini dilaksanakan di Gereja GPI pada Selasa (15/9/2026).
Dalam pemaparannya, Nehemia menekankan pentingnya mengarahkan energi dan rasa penasaran remaja ke arah yang produktif. Menurutnya, fase usia SMP adalah masa transisi yang cukup riskan, sehingga pendampingan spiritual dan moral sangat dibutuhkan untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan.
“Usia SMP ini adalah masa di mana anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar terhadap segala hal. Jika tidak diarahkan dengan benar, mereka sangat rentan terpengaruh hal-hal negatif. Lewat tema ‘Lupakan Masa Lalu, Tatap Masa Depan’, kita ingin mengajak mereka untuk tidak terjebak dalam kesalahan atau kebiasaan buruk yang sudah lewat. Ini waktunya bangkit dan fokus mempersiapkan masa depan yang penuh harapan,” ujar Nehemia di sela-sela kegiatannya.
Kegiatan bimbingan ini berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh para peserta yang hadir. Dengan adanya pembinaan berkala seperti ini, diharapkan para remaja dapat tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, memiliki motivasi tinggi untuk belajar, serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat dan gereja.
Kontributor : Iman Abdulrahman


Komentar