Cikijing (KEMENAG) — Kantor Urusan Agama (KUA) Cikijing menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang dipusatkan di SMA 1 Cikijing pada Jumat (19/06/2026). Langkah preventif ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan Kementerian Agama dalam memberikan pembekalan dini kepada generasi muda, khususnya mengenai pentingnya pendewasaan usia perkawinan serta menjaga kesehatan reproduksi. Agenda strategis tersebut diikuti secara aktif dan antusias oleh 40 peserta didik.
Hadir memberikan pengarahan langsung, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H. Dalam pembinaannya, ia menyoroti urgensi pencegahan pernikahan dini, khususnya pada rentang usia kritis 15 hingga 19 tahun. Menurutnya, usia tersebut merupakan fase krusial bagi remaja untuk fokus mengejar pendidikan dan mempersiapkan masa depan, bukan terjebak dalam lingkaran pernikahan anak yang belum matang.

“Pencegahan pernikahan dini pada usia 15-19 tahun harus menjadi perhatian bersama. Remaja pada usia ini memerlukan ruang yang luas untuk tumbuh, belajar, dan mematangkan diri, baik dari segi mental, fisik, maupun wawasan keagamaan, agar tidak menimbulkan persoalan sosiologis dan kesehatan di kemudian hari,” tegas Sofyan dalam arahannya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala KUA Kecamatan Cikijing, H. Idi, S.Ag., M.A.P., menyampaikan pemaparan mengenai pentingnya pembentukan karakter bagi generasi muda. Ia menekankan bagaimana cara agar para siswa mampu bertransformasi menjadi remaja yang memiliki kecerdasan sosial yang tinggi. Lebih lanjut, Idi juga memberikan gambaran awal mengenai konsep membangun mahligai rumah tangga yang ideal sejak dini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan fondasi agar para remaja memahami bagaimana mempersiapkan sebuah pernikahan yang kelak mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah. Kesiapan itu harus dipupuk dari sekarang melalui pembentukan kecerdasan sosial dan spiritual yang kuat,” tutur Kepala KUA Cikijing.

Guna memberikan wawasan yang menyeluruh dan integratif, panitia menghadirkan sejumlah fasilitator dan narasumber ahli dari berbagai lintas sektor. Fasilitator BRUS, Taufik Rohman, S.Ag., mengawali penyampaian materi dengan menekankan pentingnya menjadi remaja yang sehat secara lahir dan batin. Ia mengingatkan para peserta agar senantiasa membentengi diri dari pergaulan negatif, sehingga keberadaan mereka dapat memberikan kontribusi nyata dan berguna, baik bagi orang tua, agama, maupun bangsa.
Dari perspektif perencanaan kependudukan, narasumber Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Dede Sofyanjaya, S.Pd.I., mengupas tuntas materi mengenai cara menyiapkan perencanaan keluarga berencana secara dini. Dedi memaparkan secara gamblang kegunaan dan manfaat dari program Keluarga Berencana (KB) serta pengenalan berbagai metode kontrasepsi sebagai instrumen penting dalam mematangkan manajemen sebuah keluarga demi mencegah risiko angka kematian ibu dan anak.

Materi kemudian dilengkapi secara komprehensif oleh perwakilan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cikijing, Reni, A.Md. Keb. Tenaga medis ini mengedukasi para siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan organ reproduksi remaja. Selain memberikan edukasi seks pranikah secara ilmiah dan normatif, Reni juga memberikan pembekalan medis mengenai langkah-langkah konkret dalam mencegah kehamilan pada usia dini yang sangat berisiko bagi keselamatan organ reproduksi remaja perempuan.

Rangkaian kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMA 1 Cikijing ini berlangsung dengan tertib, dinamis, dan ditutup dengan sesi dialog interaktif antara peserta dan narasumber.
Melalui sinergi lintas sektoral ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan sekitarnya, sekaligus menjadi wujud komitmen nyata Kemenag dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan dan bimbingan masyarakat yang unggul bagi generasi penerus bangsa.
Kontributor : Pupung Purnama Giri


Komentar