Berita Daerah MAN

Awali Asmaul Husna, Kelas XII.3 MAN 1 Majalengka Padukan Nilai Religiusitas dan Sains

Talaga (KEMENAG) — Guna menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan spiritual peserta didik dalam proses pembelajaran, MAN 1 Majalengka secara konsisten mengintegrasikan pembiasaan nilai-nilai keagamaan. Kegiatan lantunan pembacaan Asmaul Husna sebelum dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Kimia tersebut dilaksanakan oleh siswa-siswi Kelas XII.3 di Ruang Kelas XII.3 MAN 1 Majalengka, Kamis (24/9/2026).

Rangkaian kegiatan diawali secara khidmat sebelum memasuki pembahasan materi inti sains. Di bawah bimbingan Guru Mata Pelajaran Kimia, Ira Irawati, S.Pd., seluruh siswa Kelas XII.3 melantunkan Asmaul Husna secara bersama-sama dengan khusyuk. Pembiasaan spiritual ini dilakukan untuk menghadirkan ketenangan hati, membentuk kesiapan mental, serta memohon keberkahan ilmu sebelum para siswa membedah materi Kimia yang membutuhkan pemahaman analitis dan konsentrasi tinggi. Suasana kelas yang tenang pascapembacaan Asmaul Husna berlanjut pada proses KBM yang berlangsung aktif, kondusif, dan penuh antusias.

Penyelenggaraan tradisi religius pra-pembelajaran ini dirancang sebagai bentuk penguatan karakter islami di lingkungan madrasah. Melalui perpaduan antara dzikir dan pendalaman materi eksakta, para peserta didik dibina agar tidak hanya unggul dalam capaian akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlak mulia.

Guru Mata Pelajaran Kimia MAN 1 Majalengka, Ira Irawati, S.Pd., menyampaikan bahwa pembiasaan Asmaul Husna memiliki peran krusial dalam menciptakan kesiapan belajar siswa.

“Kita biasakan awali pembelajaran dengan melantunkan Asmaul Husna agar hati tenang, ilmu menjadi berkah, dan anak-anak lebih siap menerima materi Kimia. InsyaAllah melalui kebiasaan ini mereka tumbuh menjadi pembelajar yang cerdas dan berakhlak,” ujar Ira.

Kemenag Majalengka Himbau ASN Madrasah Tunaikan Zakat Profesi

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pendekatan keagamaan ini penting untuk menjaga keseimbangan potensi peserta didik.

“Pembiasaan pembacaan Asmaul Husna sebelum KBM ini sangat penting untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan spiritual siswa secara utuh. Ketika spiritualitas terjaga, suasana belajar di kelas akan jauh lebih kondusif dan materi sains yang berat terasa lebih mudah diserap,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, jajaran pendidik MAN 1 Majalengka akan terus mengawal pembiasaan Asmaul Husna di seluruh jam pertama mata pelajaran guna mewujudkan lingkungan madrasah yang unggul prestasi dan religius.

Melalui penguatan pembiasaan spiritual ini, diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan dan keberkahan belajar peserta didik, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.

Kontributor: Wawan Abdul Gani

Buka Perkemahan, Kepala Kankemenag Majalengka: Kepramukaan Memiliki Peran Penting Dalam Membentuk Kepribadian

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *