Rajagaluh (KEMENAG) – Komitmen Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka dalam membekali peserta didiknya dengan wawasan global terus ditunjukkan melalui program Pembiasaan Bilingual. Pada Selasa (8/9/2026), seluruh siswa-siswi kembali memadati lapangan utama madrasah untuk mengikuti rutinitas pagi yang memadukan tiga bahasa pengantar: bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab.
Program unggulan yang telah berjalan konsisten selama beberapa minggu terakhir ini tidak pernah lepas dari fondasi spiritual. Sebelum lidah para siswa dilatih melafalkan kosakata asing, kegiatan selalu diawali dengan pembiasaan mengaji bersama dan pelaksanaan salat Duha berjemaah. Harmoni ini dirancang secara khusus agar kecerdasan kognitif dan linguistik peserta didik senantiasa beriringan dengan kedisiplinan ibadah kepada Sang Pencipta.
Ada nuansa yang sedikit berbeda dan interaktif menjelang penutupan sesi bilingual pada hari itu. Untuk menyegarkan dan mengukur daya tangkap siswa, kegiatan hari itu diakhiri dengan uji coba hafalan kosakata secara acak.
Sesi ini bukanlah sebuah ujian akhir untuk menutup keseluruhan program, melainkan sebatas uji coba santai di mana beberapa perwakilan siswa diminta untuk mengingat dan menyetorkan kembali kosakata (mufrodat dan vocabulary) yang telah mereka pelajari pada pertemuan-pertemuan sebelumnya. Praktik spontan ini tak ayal memantik antusiasme dan sorak-sorai dukungan dari teman-teman sebaya saat perwakilan siswa berhasil melafalkan kalimat bahasa asing dengan lancar di tengah lapangan.
Bertindak selaku pembimbing kegiatan, Aan Ikhwanul Muslimah, S.Pd.I., memantau langsung jalannya sesi uji coba ingatan tersebut dengan penuh senyum kebanggaan. Di hadapan seluruh siswa, ia pun memberikan apresiasi sekaligus rekomendasi penting agar proses belajar tidak berhenti di lapangan saja.
“Keberanian beberapa perwakilan siswa yang maju untuk menguji ingatannya hari ini sangat luar biasa. Ibu sangat merekomendasikan agar kalian semua tidak ragu mempraktikkan kosakata yang sudah dihafal ini saat jam istirahat atau mengobrol ringan bersama teman. Jangan takut salah ucap, karena dari kesalahan itulah lidah kita belajar terbiasa. Terus segarkan ingatan kalian agar tiga bahasa ini benar-benar menjadi kebiasaan sehari-hari,” pesan Aan memberikan suntikan semangat.
Melalui integrasi antara kekhusyukan ibadah dan praktik bahasa yang interaktif ini, MTsN 12 Majalengka kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang holistik. Berbekal akhlak mulia dan kecakapan komunikasi, para siswa dibina sejak dini agar kelak tangguh menantang persaingan era globalisasi dengan percaya diri, tanpa pernah menanggalkan akar identitas keislaman mereka. Teruslah berlatih, wujudkan madrasah hebat yang bermartabat dan mendunia!
Kontributor: Mohammad Rega Permana


Komentar