Rajagaluh (KEMENAG) — Murid kelas XII.7 MAN 2 Majalengka mengikuti pembelajaran Geografi dengan materi analisis kota bersama guru pembimbing Yeyen Janatul I’liyin, M.Pd., Kamis (24/9/2026). Pembelajaran ini dirancang khusus untuk melatih kemampuan analisis para murid dalam memahami karakteristik, dinamika perkembangan, hingga kompleksitas permasalahan wilayah perkotaan.
Dalam kegiatan pembelajaran tersebut, para murid mendalami pemahaman bahwa kota merupakan kawasan dengan karakteristik kehidupan masyarakat yang berbeda secara fundamental dari wilayah perdesaan. Ciri khas tersebut ditandai oleh konsentrasi penduduk yang lebih tinggi, keberagaman aktivitas ekonomi, serta ketersediaan fasilitas pelayanan publik dan jaringan transportasi yang lebih maju.
Selain itu, para murid juga diajak membedah perkembangan kota melalui berbagai indikator strategis, seperti pola penggunaan lahan, tingkat kepadatan penduduk, struktur kegiatan ekonomi, pola permukiman, sistem transportasi, hingga ketersediaan sarana pelayanan. Perubahan dan interaksi pada aspek-aspek tersebut diuraikan sebagai faktor kunci yang memengaruhi struktur ruang serta arah pertumbuhan suatu kota.
Materi analisis ini turut menyoroti berbagai isu kritis dan persoalan mendesak di kawasan perkotaan, di antaranya kemacetan lalu lintas, tingginya kebutuhan permukiman, alih fungsi lahan, tantangan pengelolaan lingkungan, hingga kesenjangan akses pelayanan publik. Melalui pemahaman menyeluruh terhadap variabel-variabel ini, murid diarahkan untuk memandang kota sebagai ruang dinamis yang terus berubah dan saling bertaut dengan wilayah di sekitarnya.
Proses pembelajaran ditekankan pada penguatan daya kritis, di mana para murid tidak sekadar menghafal ciri-ciri fisik kota, melainkan dilatih menganalisis keterkaitan antara kondisi fisik, dinamika kependudukan, aktivitas ekonomi, dan pola perkembangan wilayah. Pendekatan ini menjadi fondasi penting bagi murid untuk memahami mekanisme tumbuh kembang kota sekaligus merumuskan respons atas berbagai tantangannya.
Guru Geografi MAN 2 Majalengka, Yeyen Janatul I’liyin, M.Pd., menjelaskan bahwa materi analisis kota memberikan ruang bagi para murid untuk mengamati fenomena perkotaan secara komprehensif.
“Melalui analisis kota, murid belajar melihat sebuah wilayah dari berbagai aspek, bukan hanya dari bentuk fisiknya. Mereka perlu memahami hubungan antara penduduk, aktivitas ekonomi, penggunaan lahan, transportasi, dan perkembangan wilayah,” ujar Yeyen.
Lebih lanjut, Yeyen menekankan pentingnya mengaitkan teori akademis dengan fenomena nyata di lapangan.
“Saya berharap murid mampu menghubungkan konsep Geografi dengan kondisi nyata di sekitar mereka. Dengan kemampuan menganalisis, mereka dapat lebih kritis dalam memahami perubahan dan berbagai permasalahan yang terjadi di wilayah perkotaan,” tambahnya.
Melalui pembelajaran analisis kota ini, murid kelas XII.7 MAN 2 Majalengka tidak hanya mengasah kemampuan berpikir kritis dan spasial, tetapi juga dibekali sudut pandang yang objektif serta kontekstual dalam membaca arah perkembangan wilayah di masa depan.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar