Sindangwangi (KEMENAG) — Kobaran api unggun menerangi malam di Bumi Perkemahan (Buper) Leles, Kecamatan Sindangwangi, Senin (5/10/2026). Di hadapan nyala api yang menjulang, peserta Perkemahan Calon Penegak (Pecapa) MAN 3 Majalengka tidak hanya menyaksikan tradisi kepramukaan, tetapi juga diajak menyelami makna perjuangan, pengorbanan, dan tanggung jawab generasi muda dalam menjaga kemerdekaan Indonesia.
Malam puncak Pecapa tersebut berlangsung penuh semangat melalui prosesi penyulutan api unggun yang dilanjutkan dengan drama teatrikal perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Pementasan ini menghadirkan kembali kisah perjuangan para pahlawan sekaligus mengajak peserta memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari keberanian, persatuan, dan pengorbanan.
Bagi para calon penegak, api unggun menjadi simbol bahwa semangat perjuangan tidak boleh padam oleh perubahan zaman. Nilai-nilai kepahlawanan perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, mulai dari kedisiplinan, kepedulian terhadap sesama, keberanian mengambil tanggung jawab, hingga kesungguhan dalam meraih cita-cita.
Ketua Panitia Pecapa, Sapii, S.Pd., yang juga menjabat Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan sekaligus Guru Matematika MAN 3 Majalengka, menegaskan bahwa api unggun memiliki makna lebih dalam daripada sekadar tradisi perkemahan.
“Bagi MAN 3 Majalengka, api unggun adalah api semangat juang. Melalui kegiatan ini dan pertunjukan drama perjuangan, kami ingin menanamkan nilai patriotisme, nasionalisme, serta ketahanan mental kepada seluruh calon penegak agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Sapii.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui teori di ruang kelas. Pengalaman langsung dalam kegiatan kepramukaan menjadi ruang belajar bagi siswa untuk melatih kedisiplinan, membangun kemandirian, mengembangkan jiwa kepemimpinan, serta belajar menghargai perjuangan dan pengorbanan orang lain.
Semangat tersebut selaras dengan tujuan Pecapa sebagai bagian dari pembinaan peserta didik untuk menjadi pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama. Kebersamaan selama perkemahan juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mempererat persaudaraan, mengembangkan kepedulian sosial, dan belajar menghadapi tantangan secara kolektif.
Melalui kegiatan ini, MAN 3 Majalengka menegaskan bahwa semangat nasionalisme perlu ditanamkan melalui pengalaman yang bermakna. Generasi muda tidak cukup hanya mengenal sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga perlu meneruskan nilai-nilainya melalui perilaku positif di madrasah, keluarga, dan masyarakat.
Kobaran api unggun pada malam itu menjadi pengingat bahwa perjuangan generasi masa kini memiliki bentuk yang berbeda. Jika para pahlawan berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, para pelajar mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh, berkarya, menjaga persatuan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar